Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis menyatakan bahwa pembentukan negara Palestina merupakan “persoalan prinsip”. Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat membuka pertemuan di Kremlin dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang tiba di Moskwa untuk kunjungan resmi, sebagaimana dilaporkan Anadolu.
Putin mengatakan bahwa dirinya dan Presiden Al Nahyan telah berulang kali membahas konflik Palestina-Israel, termasuk upaya bersama untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.
“Merupakan persoalan prinsip untuk menyelesaikan isu pembentukan negara Palestina yang berdaulat dan mampu hidup berdampingan secara damai dan aman dengan Israel. Hal ini akan memungkinkan tercapainya penyelesaian yang berkelanjutan serta menjamin stabilitas jangka panjang di kawasan,” ujar Putin.
Selain itu, Putin menyebut Rusia terus memantau secara saksama perkembangan situasi di Iran, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarkan serangan terhadap Republik Islam tersebut.
Dalam kesempatan itu, Putin juga menyampaikan apresiasi terhadap peran UEA dalam krisis Ukraina, termasuk kontribusinya dalam pertukaran tahanan serta penyediaan platform bagi kontak diplomatik.
“Kami sangat menghargainya, Yang Mulia. Kami berterima kasih secara pribadi atas upaya Anda memastikan perundingan trilateral dalam kerangka kelompok kerja keamanan dapat berlangsung di Abu Dhabi pekan lalu, serta atas perhatian yang Anda berikan kepada delegasi kami,” kata Putin.
Sebelumnya, Moskwa dan Kyiv telah menggelar beberapa putaran perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi pada 23 dan 24 Januari, dengan tujuan mengakhiri perang di Ukraina.
Sementara itu, Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Rusia serta mendorong pencapaian tujuan pembangunan bersama.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Putin atas keterbukaan Rusia dalam isu-isu kemanusiaan terkait Ukraina, termasuk pertukaran tawanan perang.
Al Nahyan menegaskan bahwa UEA secara konsisten mendukung penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomatik, yang dinilai dapat berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas internasional.
Kunjungan resmi Presiden UEA ke Moskwa dimulai pada Kamis, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan Kremlin.
Menjelang pertemuan tersebut, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut UEA sebagai mitra dagang utama Rusia di dunia Arab. Ia menilai hubungan kedua negara berkembang secara positif di hampir seluruh sektor.
“Karena itu, hari ini adalah hari bagi hubungan Rusia–Emirat dan persahabatan Rusia–Emirat,” ujar Peskov.

