Saturday, January 31, 2026
HomeBeritaDemonstrasi pro-Palestina digelar di Albania, tolak kunjungan PM Rama ke Israel

Demonstrasi pro-Palestina digelar di Albania, tolak kunjungan PM Rama ke Israel

Aksi unjuk rasa pro-Palestina digelar di ibu kota Albania, Tirana, pada Jumat (30/1), sebagai bentuk penolakan terhadap kunjungan Perdana Menteri Albania Edi Rama ke Israel. Informasi tersebut dilaporkan Anadolu Agency.

Demonstrasi yang diorganisasi kelompok masyarakat sipil dengan slogan “Not in My Name” itu berlangsung di depan gedung Parlemen Albania. Para peserta menyuarakan penolakan atas kunjungan Rama ke Israel pada 25–27 Januari serta menyatakan solidaritas terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Salah satu penyelenggara aksi, Floriar Arapi, mengatakan demonstrasi tersebut bertujuan menunjukkan bahwa masyarakat Albania berpihak pada perdamaian dan keadilan, serta tidak mendukung kebijakan yang berkaitan dengan kekerasan dan kematian warga sipil.

Seorang demonstran, Sidorela Vatnikaj, menilai kunjungan Rama tidak mewakili sikap rakyat Albania. Ia menegaskan bahwa masyarakat Albania memahami penderitaan akibat perang dan menentang apa yang terjadi di Gaza.

Demonstran lain, Orgest Rrushi, mengkritik pidato Rama di parlemen Israel (Knesset). Menurut dia, para pengunjuk rasa menolak pernyataan yang disampaikan atas nama rakyat Albania dan menyerukan agar perang segera dihentikan.

Aparat kepolisian dilaporkan mencegah massa untuk melakukan long march dari gedung parlemen.

Sebelumnya, Perdana Menteri Edi Rama menuai kritik setelah menyampaikan pidato di Knesset yang dinilai membela Israel dari pertanggungjawaban atas krisis kemanusiaan di Gaza. Dalam pidato tersebut, Rama disebut menyalahkan sepenuhnya kelompok Hamas atas situasi di Gaza, tanpa menyinggung puluhan ribu warga Palestina yang tewas dalam konflik yang masih berlangsung.

Dalam pidatonya di parlemen Israel pada Selasa, Rama membuka sambutannya dengan menyampaikan niat baik kepada para pemimpin Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, serta menekankan solidaritas historis Albania terhadap komunitas Yahudi.

Rama menyoroti peran Albania dalam melindungi warga Yahudi pada masa lalu dan menyatakan bahwa negara dan rakyat Albania, yang menurutnya berdiri “sebagaimana hanya sedikit negara lain” dalam mendukung bangsa Yahudi, layak mendapatkan pengakuan dari Israel.

Ia juga menyatakan kehormatannya menerima Medali Kehormatan Kepresidenan dari Presiden Israel Isaac Herzog, yang ia sebut sebagai “sahabat setia dan terhormat bagi Albania”.

Namun, sejumlah pengamat di Albania menilai pidato tersebut bersifat sepihak dan menempatkan Albania pada posisi mendukung Israel dalam perang di Gaza. Analis politik Albania, Marlind Laci, mengatakan bahwa pemerintahan Rama tidak memiliki rencana kebijakan luar negeri yang jelas.

“Tidak ada rencana jangka menengah maupun jangka panjang terkait tujuan Republik Albania di kawasan Balkan dan Timur Tengah,” ujar Laci, seraya menilai kebijakan luar negeri Albania lebih dipandu oleh naluri pribadi Rama dibandingkan kepentingan nasional.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler