Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa India akan membeli minyak dari Venezuela, bukan lagi dari Iran. Trump juga mengatakan bahwa China dipersilakan untuk ikut membeli minyak dari negara Amerika Selatan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara kepada awak media di atas pesawat Air Force One, dalam perjalanan menuju Palm Beach, Florida. Menurut Trump, kesepakatan dengan India pada prinsipnya telah tercapai.
“Kami sudah membuat kesepakatan. India akan masuk dan membeli minyak Venezuela, bukan dari Iran. Konsep kesepakatan itu sudah ada, dan China juga dipersilakan untuk ikut membeli minyak,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa India dan Venezuela sepakat untuk lebih memperdalam dan memperluas kemitraan bilateral, usai dirinya berbicara dengan Delcy Rodriguez, presiden sementara Venezuela.
Trump juga menyinggung operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada 3 Januari lalu, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya. Keduanya kemudian dibawa ke New York dan mengajukan pembelaan tidak bersalah atas dakwaan terkait narkoba dan senjata.
Trump menyatakan bahwa pemerintahannya akan “mengelola” Venezuela dan aset minyaknya selama masa transisi.
Sebelumnya, Trump memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang asal India dengan alasan New Delhi tetap membeli minyak dari Rusia.
Menanggapi pernyataan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang menyebut pemerintahnya tengah mencari alternatif bantuan bagi Kuba di tengah krisis kemanusiaan akibat pengetatan sanksi Amerika Serikat, Trump mengatakan bahwa krisis tersebut tidak harus terjadi.
“Saya pikir mereka akan datang kepada kami. Kuba akan bebas kembali. Mereka akan datang dan membuat kesepakatan,” kata Trump.
Terkait Iran, Trump mengatakan bahwa Teheran sedang melakukan pembicaraan serius dengan Amerika Serikat. Ia berharap perundingan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima kedua pihak.
“Saya tidak bisa memastikan hasil akhirnya, tetapi kami memiliki kapal-kapal besar dan kuat yang bergerak ke arah itu. Saya berharap mereka mau bernegosiasi dan mencapai sesuatu yang bisa diterima,” ujar Trump.
Trump menambahkan bahwa sebagian pihak meragukan kemungkinan tercapainya kesepakatan yang memuaskan tanpa kepemilikan senjata nuklir. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Iran saat ini benar-benar terlibat dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat.

