Monday, February 2, 2026
HomeBeritaHamas ingatkan konsekuensi serius jika Israel terus langgar gencatan senjata

Hamas ingatkan konsekuensi serius jika Israel terus langgar gencatan senjata

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Khalil al-Hayya, memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel akan menimbulkan konsekuensi serius. Peringatan itu disampaikan al-Hayya pada Sabtu, di tengah meningkatnya serangan Israel di Gaza.

Hamas menyatakan al-Hayya, yang juga anggota Biro Politik Hamas, telah melakukan komunikasi dengan para mediator serta sejumlah pihak internasional, menyusul tewasnya 37 warga Palestina dalam 24 jam terakhir akibat serangan militer Israel.

Al-Hayya mengecam apa yang disebutnya sebagai “kejahatan dan pembantaian” yang hampir setiap hari dilakukan Israel di Gaza. Ia menuding serangan tersebut dilakukan dengan dalih dan alasan yang tidak benar.

Ia juga menegaskan bahwa komitmen perlawanan Palestina terhadap gencatan senjata bergantung pada kesediaan Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk memenuhi kewajibannya dan menghentikan pelanggaran yang terus berulang.

Hamas turut menyalahkan Israel atas belum terselesaikannya persoalan warga Palestina yang terjebak di terowongan di wilayah Rafah, Gaza selatan. Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, banyak warga Palestina dilaporkan terjebak di Rafah, sementara Israel menolak mengizinkan mereka keluar meski telah ada upaya mediasi. Israel mengklaim sebagian dari mereka merupakan anggota sayap militer Hamas, Brigade Izzeddin al-Qassam.

Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pertengahan Januari mengumumkan bahwa fase kedua dari rencana gencatan senjatanya telah dimulai, sejumlah persoalan terkait kesepakatan tersebut, termasuk nasib warga yang terjebak di terowongan, hingga kini belum terselesaikan.

Secara terpisah, kelompok-kelompok perlawanan Palestina menilai peningkatan tajam serangan Israel di Gaza sebagai upaya nyata untuk menggagalkan konsolidasi gencatan senjata.

Dalam pernyataan Komite Pemantau Kekuatan Nasional dan Islam, kelompok-kelompok tersebut menyebut Israel terus melanggar gencatan senjata, dengan eskalasi serangan meningkat setelah pembentukan Komite Nasional Administrasi Jalur Gaza.

Menurut komite tersebut, serangan Israel mencapai puncaknya pada Jumat dini hari dengan menyasar bangunan, tempat perlindungan, dan kantor polisi, yang menewaskan banyak warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Sejak Komite Nasional diumumkan pada 17 Januari, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 71 orang dan melukai 140 lainnya, sebagian besar dalam kondisi serius. Selain itu, Gaza juga mengalami 96 serangan udara dan artileri, termasuk 61 serangan langsung terhadap warga sipil, serta penghancuran atau pemboman 17 rumah.

Komite tersebut mendesak Amerika Serikat, para mediator, dan komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangan dan pelanggaran gencatan senjata. Mereka memperingatkan bahwa serangan yang terus berlanjut menghambat seluruh upaya menuju fase kedua gencatan senjata.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler