Thursday, February 5, 2026
HomeBeritaKepala Militer Israel akui lonjakan serangan pemukim ilegal di Tepi Barat

Kepala Militer Israel akui lonjakan serangan pemukim ilegal di Tepi Barat

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, pada Rabu mengakui adanya peningkatan serangan yang dilakukan pemukim ilegal Israel terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat. Pernyataan itu dilaporkan sejumlah media Israel.

Zamir menyampaikan hal tersebut dalam upacara pelantikan Yoram Levi sebagai Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah Palestina, menggantikan Ghassan Alian, sebagaimana diberitakan lembaga penyiaran publik Israel, KAN.

Dalam kesempatan itu, Zamir menyerukan agar aparat keamanan “tidak tinggal diam” menghadapi apa yang ia sebut sebagai “kejahatan bernuansa nasionalisme”, merujuk pada serangan-serangan yang dilakukan pemukim ilegal Israel di Tepi Barat.

Sementara itu, Ghassan Alian menyatakan bahwa aksi-aksi tersebut “merusak citra Israel dan proyek permukiman”, meskipun dilakukan oleh kelompok kecil ekstremis. Ia menambahkan bahwa dampak keamanan dan politik dari serangan itu sangat luas.

Data tahunan yang dipresentasikan kepolisian Israel pekan ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 3 persen pada 2025 dalam jumlah kasus yang dibuka terhadap tersangka yang terlibat “kerusuhan” dan “kekerasan” di Tepi Barat, menurut laporan KAN.

Di tempat terpisah, Palang Merah Palestina (Palestine Red Crescent Society) menyatakan bahwa tim medisnya mengevakuasi seorang pria berusia 28 tahun ke rumah sakit setelah ia tertembak di bagian paha oleh tembakan Israel di dekat kamp pengungsi Jenin. Organisasi tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Dalam insiden lain, seorang perempuan Palestina dan putrinya dilaporkan mengalami luka-luka setelah diserang pemukim ilegal Israel di antara kota Osarin dan Beita, selatan Nablus, di wilayah utara Tepi Barat, menurut media Palestina.

Kantor berita resmi Palestina, Wafa, melaporkan bahwa perempuan dan anaknya diserang di kawasan Qammas dan kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, pasukan Israel terus melakukan penggerebekan di berbagai wilayah Tepi Barat. Radio Voice of Palestine melaporkan bahwa tentara Israel menyerbu kota al-Yamoun dan al-Silah al-Harithiya, di sebelah barat Kota Jenin, dalam rangkaian operasi militer terbaru.

Berbagai organisasi hak asasi manusia Palestina, Israel, dan internasional selama ini berulang kali memperingatkan meningkatnya kekerasan pemukim ilegal terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Mereka menuding aparat keamanan Israel kerap menutup mata dan gagal menindak para pelaku.

Menurut Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok, sebuah lembaga resmi Palestina, pemukim ilegal Israel melakukan sekitar 4.723 serangan di Tepi Barat sepanjang 2025. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 14 warga Palestina tewas serta memaksa pengungsian 13 komunitas Badui dengan total 1.090 orang.

Laporan resmi Palestina menyebutkan jumlah pemukim ilegal Israel di Tepi Barat mencapai sekitar 770.000 orang hingga akhir 2024, yang tersebar di lebih dari 180 permukiman dan 256 pos permukiman.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki melanggar hukum internasional dan melemahkan keberlangsungan solusi dua negara. PBB selama puluhan tahun menyerukan penghentian aktivitas permukiman tersebut.

Berdasarkan data Palestina, sejak Oktober 2023, sedikitnya 1.111 warga Palestina tewas dan sekitar 11.500 lainnya luka-luka akibat tindakan pasukan Israel dan pemukim ilegal di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) dalam opini pentingnya pada Juli 2024 menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler