Sunday, February 8, 2026
HomeBeritaHamas tegaskan senjata Palestina harus tetap ada sebagai garansi perlindungan

Hamas tegaskan senjata Palestina harus tetap ada sebagai garansi perlindungan

Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di luar negeri, Khaled Meshaal, menegaskan bahwa upaya mencabut senjata di bawah kondisi pendudukan adalah upaya untuk menjadikan rakyat Palestina sebagai korban yang mudah dilenyapkan. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari pendekatan khusus Hamas terkait isu persenjataan.

Dalam pidatonya di Forum Al Jazeera ke-17, Meshaal menyatakan bahwa pembahasan soal senjata dalam konteks menciptakan lingkungan yang memungkinkan rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan di Gaza, sekaligus mencegah pecahnya perang kembali, adalah hal yang masuk akal. Ia menjelaskan bahwa melalui peran mediator, bisa dicapai suatu pendekatan jaminan yang jauh dari upaya pemerasan dari Israel.

Meshaal juga mengungkapkan bahwa Hamas mengajukan kepada berbagai pihak sebuah formula yang menyatakan bahwa perlawanan ingin membentuk gambaran jaminan agar perang antara Gaza dan Israel tidak terulang kembali. Pertanyaannya adalah bagaimana senjata tersebut disembunyikan dan dijaga tanpa digunakan atau dipertontonkan.

Dia menambahkan, Hamas pernah mengusulkan gencatan senjata jangka panjang sebagai jaminan nyata, karena menurutnya, ancaman sesungguhnya datang dari entitas Zionis, bukan dari Gaza yang senjatanya ingin dicabut. Meshaal menggambarkan pencabutan senjata di kalangan Palestina seperti “mencabut jiwa”.

Dalam pernyataan sebelumnya, Meshaal juga menyatakan keyakinannya bahwa Hamas mampu meyakinkan pemerintahan Amerika Serikat tentang pendekatan mereka terkait senjata, dengan mempertimbangkan pragmatisme pemikiran Amerika. Dengan demikian, pendekatan tersebut dapat dipaksakan kepada pihak Israel. Ia mengungkapkan bahwa mediator kini tengah membahas pendekatan ini dengan pihak Amerika.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler