Monday, February 9, 2026
HomeBeritaSuriah–Arab Saudi teken sejumlah perjanjian strategis di Damaskus

Suriah–Arab Saudi teken sejumlah perjanjian strategis di Damaskus

Suriah dan Arab Saudi menandatangani sejumlah perjanjian strategis berskala besar di Damaskus pada Sabtu, yang mencakup sektor penerbangan, telekomunikasi, infrastruktur, dan properti. Informasi tersebut dilaporkan kantor berita SANA, sebagaimana dikutip Anadolu.

Upacara penandatanganan berlangsung di Istana Rakyat dan dihadiri Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa serta Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih.

Kepala Otoritas Investasi Suriah Talal al-Hilali mengatakan, kedua pihak menandatangani beberapa perjanjian strategis di sektor-sektor vital yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Menurut dia, kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat infrastruktur telekomunikasi, mengembangkan sistem konektivitas digital, serta membuka babak baru kemitraan yang dilandasi kepercayaan dan saling menghormati.

Sementara itu, Al-Falih menyatakan Arab Saudi berdiri bersama Suriah dan mendukung proses pemulihan, pertumbuhan, serta stabilitas negara tersebut. Ia juga mengumumkan dimulainya pembentukan Dana Elaf untuk investasi proyek-proyek besar, serta pengaktifan kembali jalur transfer perbankan antara kedua negara.

Al-Falih menambahkan, kedua pihak akan menandatangani perjanjian proyek Silk Link, yang disebut sebagai salah satu proyek infrastruktur digital terbesar di Suriah dan berpotensi menjadi yang terbesar di dunia.

Ia juga mengungkapkan rencana penandatanganan kesepakatan air terbesar di dunia di bawah naungan perusahaan Arab Saudi, ACWA Power, meski tidak merinci lebih lanjut isi perjanjian tersebut.

Menteri Komunikasi Suriah Abdulsalam Haykal mengatakan pemerintah telah mengadopsi strategi yang memanfaatkan posisi geografis Suriah untuk menjadi koridor transit data internasional. Proyek Silk Link, menurut dia, akan memperkuat posisi Suriah sebagai pusat konektivitas global.

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Suriah Omar al-Husri turut mengumumkan dua kesepakatan besar, yakni pengembangan dan pengelolaan Bandara Internasional Aleppo serta pendirian maskapai nasional berbiaya rendah bernama Nas Syria. Langkah ini, kata dia, akan mengembalikan Suriah secara signifikan ke jaringan penerbangan internasional.

Sebelumnya pada hari yang sama, delegasi ekonomi Arab Saudi yang dipimpin Al-Falih tiba di Damaskus untuk mengumumkan kontrak-kontrak strategis tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan investasi dan kerja sama ekonomi bilateral.

Delegasi itu juga diikuti Menteri Komunikasi Arab Saudi Abdullah Al-Swaha serta Presiden Otoritas Penerbangan Sipil Abdulaziz Al-Duailej, bersama sejumlah pejabat lainnya.

Arab Saudi termasuk salah satu negara kawasan yang paling mendukung pemerintahan baru Suriah pasca tumbangnya rezim Bashar al-Assad. Kedua negara dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan pertukaran tingkat tinggi dan menandatangani berbagai kesepakatan, khususnya di bidang ekonomi, untuk mendukung rekonstruksi Suriah.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler