Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) mengumumkan, Jumat (12/2/2026), bahwa pihaknya telah menyelesaikan misi pemindahan selama 23 hari terhadap lebih dari 5.700 anggota laki-laki dewasa ISIS (Daesh) dari fasilitas penahanan di wilayah timur laut Suriah ke pengawasan pemerintah Irak.
Misi pemindahan dimulai pada 21 Januari dan berakhir setelah penerbangan malam dari timur laut Suriah ke Irak pada 12 Februari, menurut pernyataan resmi CENTCOM.
CENTCOM menyebutkan, pasukan AS berhasil memindahkan tahanan untuk memastikan mereka “tetap aman di fasilitas penahanan.”
“Kerja yang sangat baik untuk seluruh tim Joint Force yang melaksanakan misi ini dengan tantangan luar biasa, baik di darat maupun udara, dengan fokus, profesionalisme, dan kolaborasi bersama mitra regional,” ujar Laksamana Brad Cooper, Panglima CENTCOM.
Ia menambahkan, “Kami menghargai kepemimpinan Irak dan pengakuan bahwa pemindahan tahanan ini penting bagi keamanan kawasan.”
Misi ini direncanakan, dikoordinasikan, dan dijalankan oleh pasukan AS dan koalisi di bawah Combined Joint Task Force – Operation Inherent Resolve (CJTF-OIR).
“Saya sangat bangga dengan kerja luar biasa koalisi,” kata Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Kevin Lambert, Panglima CJTF-OIR.
“Pelaksanaan operasi pemindahan secara tertib dan aman ini akan membantu mencegah kebangkitan kembali ISIS di Suriah,” ujar Lambert.
CENTCOM membentuk CJTF-OIR pada 2014 untuk memberi nasihat, bantuan, dan dukungan bagi pasukan mitra dalam memerangi ISIS, yang secara teritorial telah dikalahkan pada 2019.

