Tuesday, February 17, 2026
HomeBeritaHezbollah tuntut pemerintah Lebanon hentikan upaya lucuti senjata

Hezbollah tuntut pemerintah Lebanon hentikan upaya lucuti senjata

Kepala Hezbollah, Naim Qassem, pada Senin mendesak pemerintah Lebanon untuk menghentikan langkah-langkah yang bertujuan memonopoli semua persenjataan di negara itu. Pernyataan ini disampaikan saat para pimpinan militer Lebanon memaparkan rencana pelucutan senjata kepada kabinet.

Dalam pidato televisi memperingati pembunuhan tiga pemimpin kelompoknya oleh Israel, Qassem menyoroti apa yang disebutnya sebagai “konsesi terus-menerus” kepada Tel Aviv, meski Israel terus membombardir Lebanon sejak gencatan senjata yang disepakati pada November 2024.

“Jika ingin menyerah, ubah konstitusi, karena esensi konstitusi adalah konfrontasi dan pertahanan demi pembebasan,” kata Qassem.

Qassem menambahkan, “Kinerja pemerintah secara tidak langsung bertanggung jawab atas keserakahan musuh karena konsesi yang terus menerus.”

Sejak resmi memimpin kelompok paramiliter itu pada Oktober 2024, Qassem menegaskan bahwa pemerintah telah melayani “tujuan musuh Israel” dengan berupaya melucuti persenjataan Hezbollah. Ia menekankan pemerintah seharusnya mengambil tanggung jawab untuk menahan agresi Israel, mengingat persetujuannya pada perjanjian gencatan senjata 2024.

Meski menegaskan Hezbollah tidak menginginkan perang baru dengan Israel, Qassem memperingatkan bahwa serangan Israel yang hampir terjadi setiap hari di Lebanon dapat memicu eskalasi. “Kapan, bagaimana, dan apa yang akan mengubah realitas ini, biarlah fakta yang berbicara,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa kelompoknya hingga kini menahan diri dari respons militer “karena kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa pada tahap ini.”

Pidato Qassem disampaikan saat para pejabat militer Lebanon memaparkan rencana fase kedua monopoli senjata negara di Istana Baabda. Dalam fase pertama, Hezbollah menyetujui pelucutan senjata, yang pemerintah klaim telah selesai pada Januari dengan pengambilan senjata di selatan Sungai Litani. Namun, kelompok itu menolak menyerahkan persenjataannya di wilayah lainnya.

Sebelum pertemuan, Perdana Menteri Nawaf Salam menyatakan pemerintah siap “memperluas perannya” dalam komite pengawasan gencatan senjata 2024, khususnya terkait pelucutan senjata. Fase kedua akan memperluas rencana itu ke wilayah antara Sungai Litani dan Awali.

Sebelum konflik terakhir dengan Israel, yang dipicu oleh perang di Gaza, Hezbollah dikenal sebagai salah satu kelompok non-negara paling kuat di dunia, dengan puluhan ribu roket serta rudal anti-tank, anti-kapal, dan anti-pesawat. Perang tersebut menewaskan beberapa pemimpin kelompok, termasuk sekretaris jenderal Hassan Nasrallah, dan mengurangi secara signifikan persediaan senjata Hezbollah.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler