spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Thursday, February 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaIsrael batasi jemaah Palestina untuk Shalat Jumat di Al-Aqsa selama Ramadhan

Israel batasi jemaah Palestina untuk Shalat Jumat di Al-Aqsa selama Ramadhan

Pemerintah Israel pada Rabu (… ) memutuskan membatasi jumlah jemaah yang dapat melaksanakan shalat Jumat di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur yang diduduki, selama bulan suci Ramadhan.

Dikutip dari Anadolu, pembatasan tersebut menetapkan hanya 10.000 warga Palestina dari Tepi Barat yang diizinkan masuk setiap Jumat, dengan syarat memiliki izin harian terlebih dahulu.

Badan militer Israel yang mengurusi urusan sipil Palestina, COGAT, menyatakan keputusan itu disetujui oleh pimpinan politik Israel setelah dilakukan penilaian situasi keamanan.

“Setelah evaluasi situasi keamanan, pimpinan politik menyetujui rencana masuk bagi jemaah Palestina untuk menghadiri shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa sepanjang bulan Ramadhan,” demikian pernyataan COGAT.

Menurut pernyataan tersebut, izin masuk hanya diberikan kepada pria berusia 55 tahun ke atas, perempuan berusia 50 tahun ke atas, serta anak-anak hingga usia 12 tahun yang didampingi kerabat tingkat pertama.

Israel secara rutin memperketat pengamanan di Yerusalem Timur setiap bulan Ramadhan dan memberlakukan pembatasan akses warga Palestina ke kompleks Masjid Al-Aqsa.

Secara terpisah, kelompok pemukim Israel menyatakan akan tetap melakukan kunjungan ke kompleks Al-Aqsa selama Ramadhan. Melalui unggahan di media sosial, sejumlah kelompok pemukim menyebutkan mereka akan memasuki area tersebut selama lima jam setiap hari, kecuali pada Jumat dan Sabtu, yakni pukul 06.30 hingga 11.30 waktu setempat.

Sebelum Ramadhan, kunjungan dilakukan dalam dua sesi, yakni pukul 07.00–11.00 dan 12.30–14.00.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kunjungan akan dihentikan setelah shalat zuhur dan selama 10 hari terakhir Ramadhan.

Kunjungan pemukim Israel ke kompleks tersebut dimulai sejak 2003 berdasarkan keputusan kepolisian Israel, meskipun otoritas Wakaf Islam di Yerusalem berulang kali meminta penghentian praktik tersebut.

Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam. Sementara itu, umat Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Temple Mount dan meyakini lokasi itu merupakan tempat berdirinya dua kuil Yahudi pada masa kuno.

Israel juga meningkatkan status siaga keamanan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak awal Ramadhan pada Rabu.

Dalam beberapa pekan terakhir, otoritas Israel dilaporkan meningkatkan penangkapan dan mengeluarkan perintah pengusiran di Yerusalem Timur menjelang Ramadhan, menurut organisasi hak asasi Palestina.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka, merujuk pada resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel atas kota tersebut pada 1967 maupun aneksasi pada 1980.

Sejak perang di Gaza dimulai pada 8 Oktober 2023, militer Israel dan para pemukim meningkatkan operasi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem, yang mencakup penangkapan, pembongkaran rumah, pemindahan warga Palestina, serta perluasan permukiman.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler