Seorang tentara Israel tewas akibat tembakan salah sasaran (friendly fire) pada Rabu di Kota Khan Younis, Gaza selatan, menurut keterangan militer Israel.
Dalam pernyataannya, pihak militer menyebut prajurit yang gugur tersebut merupakan anggota Unit Pengintai Pasukan Lintas Udara (Paratroopers Reconnaissance Unit). Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian.
Penyiar publik Israel, KAN, melaporkan bahwa tentara itu tewas “secara tidak sengaja oleh tembakan tentara Israel sendiri.” Militer Israel disebut telah membuka penyelidikan terkait insiden tersebut.
Berdasarkan data militer Israel, sebanyak 925 personel militer dilaporkan tewas sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023. Dari jumlah tersebut, 471 di antaranya gugur dalam pertempuran darat di wilayah kantong Gaza.
Sementara itu, gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah berlaku di Gaza sejak 10 Oktober, menghentikan perang yang telah berlangsung selama dua tahun. Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.
Meski gencatan senjata diberlakukan, Kementerian Kesehatan Gaza menyebut pasukan Israel masih melakukan ratusan pelanggaran melalui penembakan dan serangan artileri. Akibatnya, sebanyak 603 warga Palestina dilaporkan tewas dan 1.618 lainnya luka-luka.


