spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Saturday, February 21, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaStudi Lancet: Korban tewas genosida Gaza 50% lebih tinggi dari data resmi

Studi Lancet: Korban tewas genosida Gaza 50% lebih tinggi dari data resmi

 

Sebuah studi besar yang telah melalui proses penelaahan sejawat (peer-reviewed) dan dipublikasikan di jurnal The Lancet Global Health menyebutkan bahwa jumlah korban tewas di Gaza kemungkinan 50 persen lebih tinggi dari angka yang selama ini dilaporkan.

Penelitian tersebut memperkirakan sekitar 75.200 warga Palestina tewas akibat kekerasan dalam periode 7 Oktober 2023 hingga 5 Januari 2025. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan data Kementerian Kesehatan Gaza yang mencatat 49.090 kematian pada periode yang sama.

Selisih sekitar 26.000 kematian tersebut menunjukkan estimasi versi studi sekitar 50 persen lebih tinggi dibandingkan angka resmi. Para peneliti menyimpulkan bahwa pencatatan Kementerian Kesehatan Gaza kemungkinan kurang sekitar 34,7 persen dari jumlah sebenarnya.

Studi yang dinamakan Gaza Mortality Survey ini disebut sebagai survei kematian rumah tangga independen pertama yang representatif terhadap populasi selama perang berlangsung.

Peneliti mewawancarai 2.000 rumah tangga yang tersebar di 200 unit sampel. Survei tersebut mendokumentasikan status kehidupan 9.729 anggota keluarga yang masih hidup per 6 Oktober 2023, termasuk bayi yang lahir setelah tanggal tersebut.

Tingkat respons survei dilaporkan mencapai 97,2 persen. Data kemudian diberi pembobotan statistik agar sesuai dengan distribusi penduduk Gaza sebelum perang berdasarkan usia, jenis kelamin, ukuran rumah tangga, serta wilayah asal.

Penelitian itu memperkirakan bahwa 75.200 kematian akibat kekerasan setara dengan sekitar 3,4 persen dari total populasi Gaza sebelum perang. Disebutkan pula bahwa perempuan, anak-anak, dan lansia mencakup 56,2 persen dari korban tewas, atau sekitar 42.200 jiwa, termasuk 22.800 anak berusia di bawah 18 tahun.

Selain korban akibat kekerasan, studi tersebut juga memperkirakan terdapat 16.300 kematian non-kekerasan dalam periode yang sama. Setelah dikurangi angka kematian normal yang diproyeksikan, sekitar 8.540 di antaranya dikategorikan sebagai kematian berlebih yang diduga berkaitan secara tidak langsung dengan dampak perang, termasuk runtuhnya layanan kesehatan, pengungsian, serta memburuknya kondisi hidup.

Peneliti juga memperkirakan sekitar 12.200 orang masih hilang, dengan mayoritas merupakan pria berusia 18 hingga 64 tahun. Para penulis studi mengingatkan bahwa proporsi orang hilang yang kemungkinan telah meninggal belum dapat dipastikan, sehingga total korban tewas berpotensi lebih tinggi.

Temuan ini, menurut para peneliti, bertentangan dengan klaim bahwa angka korban dari Gaza telah dilebih-lebihkan. Sebaliknya, mereka menyatakan pelaporan Kementerian Kesehatan Gaza cenderung konservatif dan bahwa jumlah kematian akibat kekerasan “secara signifikan melebihi angka resmi”.

Sebelumnya, Israel selama hampir dua tahun meragukan data korban yang dirilis Kementerian Kesehatan Gaza. Namun, bulan lalu Israel mengakui bahwa angka tersebut dapat dipercaya, di tengah meningkatnya sorotan internasional yang menyebut kemungkinan jumlah korban sebenarnya lebih tinggi dari yang tercatat.

Studi terbaru ini juga memperkuat peringatan yang dimuat di jurnal The Lancet pada Juli 2024, yang menyebutkan bahwa jika kematian tidak langsung akibat penyakit, kelaparan, serta kehancuran infrastruktur esensial turut dihitung, maka total korban jiwa warga Palestina berpotensi melampaui 186.000 orang.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Max Planck Institute for Demographic Research juga memperkirakan lebih dari 112.000 warga Palestina telah tewas. Studi tersebut membandingkan situasi di Gaza dengan sejumlah genosida dalam sejarah, dengan menyoroti pola penargetan warga sipil serta penghancuran infrastruktur penopang kehidupan.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler