Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menolak permintaan delegasi Inggris yang tengah berkunjung untuk mendapatkan pengarahan khusus mengenai kinerja kepolisian Israel. Informasi tersebut dilaporkan oleh Channel 14 Israel.
Delegasi tersebut terdiri atas anggota Partai Liberal Demokrat Inggris, partai terbesar ketiga di Inggris yang umumnya dipandang berhaluan tengah-kiri. Rombongan juga mencakup anggota House of Commons, House of Lords, serta sejumlah penasihat senior.
Delegasi itu tiba di Tel Aviv dalam rangka kunjungan resmi dan telah bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog. Mereka juga dijadwalkan melakukan perjalanan ke Ramallah untuk bertemu pejabat senior Otoritas Palestina.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi meminta pengarahan dari kepolisian di Kota Tua Yerusalem terkait pengaturan keamanan serta persiapan menjelang hari-hari besar dan bulan Ramadan. Namun, kantor Ben-Gvir menolak permintaan tersebut.
Sumber yang dekat dengan menteri menyatakan penolakan itu mencerminkan perubahan kebijakan yang lebih luas. “Israel telah berhenti menanggapi permintaan dari pihak-pihak yang mengatasnamakan kemanusiaan tetapi memiliki agenda tertentu,” ujar salah satu sumber seperti dikutip.
Sumber yang sama menambahkan bahwa Israel tidak berkewajiban memberikan jaminan keamanan kepada pihak-pihak yang mengkritik aparat keamanan Israel, sembari tetap menjalin komunikasi dengan Otoritas Palestina.


