Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Sabtu mengecam pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang dinilai mendorong ekspansi Israel di Timur Tengah dan mengancam stabilitas kawasan.
Dalam pernyataannya, OKI menyebut komentar Huckabee sebagai “berbahaya dan tidak bertanggung jawab” serta sebagai seruan yang tidak dapat diterima untuk memperluas wilayah Israel sebagai kekuatan pendudukan, termasuk penguasaan tambahan atas tanah Palestina dan Arab.
Sebelumnya, dalam wawancara podcast yang dirilis Jumat, Huckabee menyatakan bahwa Israel memiliki hak alkitabiah atas wilayah yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat. “Tidak masalah jika mereka (Israel) mengambil semuanya,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan jurnalis AS Tucker Carlson, di mana Huckabee juga membela tindakan Israel di Jalur Gaza dan menyuarakan dukungan terhadap gagasan “penyelenggaraan ilahi” yang memberikan kendali kawasan tersebut kepada Israel.
Ketika Carlson menanyakan wilayah yang dimaksud, Huckabee merujuk pada klaim atas teritori dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat. Frasa “sungai Mesir” dalam Alkitab memiliki sejumlah tafsir, dengan sebagian akademisi mengaitkannya dengan alur sungai di Semenanjung Sinai dan lainnya dengan Sungai Nil.
OKI menilai pernyataan tersebut didasarkan pada narasi sejarah dan ideologi yang “keliru dan ditolak”, serta melanggar kedaulatan negara, norma diplomatik, prinsip hukum internasional, resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Piagam PBB.
Organisasi itu memperingatkan bahwa retorika ekstrem semacam itu dapat memicu ekstremisme lebih lanjut serta memperkuat kebijakan Israel yang berfokus pada pemindahan penduduk, perluasan permukiman, dan upaya aneksasi wilayah Palestina yang diduduki.
Menurut OKI, langkah-langkah tersebut “mengancam keamanan dan stabilitas seluruh kawasan.”
Blok negara-negara mayoritas Muslim itu kembali menegaskan dukungannya terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, terutama hak untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara merdeka serta berdaulat berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Mike Huckabee ditunjuk sebagai Duta Besar AS untuk Israel pada April 2025. Ia dikenal sebagai penganut Kristen evangelis yang sebelumnya pernah menyampaikan pandangan mengenai klaim ekspansionis Israel di Tepi Barat berdasarkan apa yang ia sebut sebagai “hak ilahi”.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Agustus lalu mengatakan kepada saluran berita i24 bahwa ia merasa “sangat terikat” dengan visi Israel Raya. Ia menyebut dirinya berada dalam “misi historis dan spiritual,” termasuk meneruskan impian generasi Yahudi terdahulu.
Istilah “Israel Raya” dalam politik Israel merujuk pada perluasan wilayah Israel yang mencakup Tepi Barat, Gaza, dan Dataran Tinggi Golan Suriah. Sejumlah tafsir juga memasukkan Semenanjung Sinai di Mesir serta sebagian wilayah Yordania.


