spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Wednesday, February 25, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaUcapan Huckabee picu gejolak, Washington sibuk meredam

Ucapan Huckabee picu gejolak, Washington sibuk meredam

 

Sejumlah pejabat senior dalam pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan melakukan komunikasi intensif dengan para pejabat Arab untuk menegaskan bahwa pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mengenai kemungkinan Israel menguasai sebagian besar kawasan Timur Tengah tidak mencerminkan perubahan kebijakan resmi Washington.

Laporan eksklusif yang diterbitkan situs berita politik Amerika, Politico, dan ditulis oleh jurnalis Felicia Schwartz, menyebut para pejabat itu bergerak cepat dalam beberapa hari terakhir guna meredakan kekhawatiran sejumlah negara Arab. Kekhawatiran tersebut muncul setelah Huckabee menyatakan bahwa Israel memiliki hak untuk menguasai wilayah yang luas di kawasan tersebut.

Menurut laporan itu, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Chris Landau bersama sejumlah pejabat lain menghubungi mitra-mitra Arab untuk menegaskan bahwa komentar Huckabee—yang disampaikan dalam wawancara dengan pembawa acara Amerika Tucker Carlson—merupakan pandangan pribadi, bukan posisi resmi pemerintah.

Wawancara tersebut memicu kemarahan luas di berbagai ibu kota Arab dan dunia Islam. Banyak pihak menilai komentar Huckabee sebagai penyimpangan mencolok dari komitmen sebelumnya yang pernah disampaikan pemerintahan Trump kepada para pemimpin Arab dan Muslim. Trump sebelumnya disebut berjanji tidak akan mengizinkan Israel mencaplok Tepi Barat, sehingga pernyataan sang duta besar dinilai bertentangan langsung dengan komitmen itu.

Schwartz menilai kegaduhan diplomatik ini muncul pada momen sensitif. Washington saat ini tengah berupaya menghimpun dukungan negara-negara Arab untuk rencana pengamanan dan rekonstruksi Gaza. Di saat yang sama, Amerika juga membutuhkan dukungan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militernya, terutama jika ancaman terhadap Iran benar-benar diwujudkan. Dalam konteks itu, pernyataan Huckabee dipandang sebagai beban yang berpotensi merusak aliansi strategis tersebut.

Dalam wawancara tersebut, Carlson menanyakan kepada Huckabee apakah Israel berhak menguasai wilayah dari Sungai Nil hingga Efrat berdasarkan tafsir tertentu atas kitab suci. Huckabee menjawab, “Akan baik jika mereka menguasai semuanya,” meski kemudian menambahkan bahwa Israel tidak berniat melakukan hal itu dan hanya menginginkan perlindungan atas permukiman yang saat ini mereka kuasai.

Meski Huckabee belakangan menyebut ucapannya sebagai “hiperbola”, kontroversi terlanjur meluas. Sebanyak 12 pemerintah Arab dan Muslim mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam komentar tersebut sebagai berbahaya dan provokatif. Mereka menilai pernyataan itu bertentangan langsung dengan rencana kebijakan Trump di kawasan.

Diplomat Teluk yang dikutip Politico menyatakan bahwa komentar Huckabee berpotensi menghambat agenda Washington untuk mendorong integrasi Israel di kawasan. Mereka menegaskan bahwa kedaulatan negara-negara Arab bukan isu yang bisa diremehkan.

Dalam upaya meredakan krisis, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Israel menyatakan bahwa komentar Huckabee telah “dikeluarkan dari konteksnya”. Sementara itu, sejumlah pejabat Departemen Luar Negeri Amerika, sebagaimana dikutip laporan tersebut, menyebut Huckabee sebagai suara yang lebih ekstrem dalam pemerintahan dan tidak merepresentasikan formulasi terbaik dari sikap pro-Israel Washington. Pernyataan itu sekaligus menyingkap adanya perbedaan ideologis tajam di dalam pemerintahan Amerika terkait isu permukiman dan kedaulatan di kawasan.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler