Sedikitnya sembilan orang tewas setelah rudal Iran menghantam kota Beit Shemesh di wilayah tengah Israel, ketika Teheran terus melancarkan serangan balasan sehari setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Layanan darurat Magen David Adom (MDA) pada Minggu menyatakan bahwa sembilan orang tewas dan 28 lainnya terluka akibat dampak serangan tersebut, termasuk dua orang yang berada dalam kondisi kritis.
Militer Israel dalam pernyataannya mengatakan bahwa tim pencarian dan penyelamatan serta sebuah helikopter untuk evakuasi korban luka saat ini dikerahkan di Beit Shemesh. Juru bicara militer menambahkan bahwa pihaknya masih meninjau keadaan terkait dampak rudal balistik Iran tersebut.
Melaporkan dari Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, koresponden Al Jazeera Nour Odeh menyebut jumlah korban pada Minggu ini sebagai “angka korban tertinggi” di Israel sejak serangan dimulai pada Sabtu.
“Yang mengkhawatirkan warga saat ini adalah tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan, sehingga ada kekhawatiran jumlah korban bisa bertambah. Selain itu, muncul pertanyaan mengapa sirene peringatan tidak berbunyi di Beit Shemesh,” ujar Odeh.
Ia menambahkan bahwa salah satu risiko besar yang dihadapi Israel dengan memulai perang melawan Iran adalah terus datangnya rudal ke kota-kota Israel dari Iran, sementara Israel harus menembakkan rudal balasan dengan risiko kegagalan pencegatan, seperti yang terjadi di Beit Shemesh dan Tel Aviv.
Pada Sabtu, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan berkelanjutan terhadap Iran yang menyebabkan tewasnya Khamenei serta sejumlah pejabat senior Iran lainnya.
Pada Minggu diumumkan masa berkabung selama 40 hari. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pembunuhan Khamenei akan “membuat konfrontasi menjadi lebih kompleks dan berbahaya.”
“Kami tidak memiliki batasan atau pembatasan dalam membela diri,” kata Araghchi.
“Jika tujuan mereka adalah mengubah rezim kami, itu adalah tugas yang mustahil. Mereka tidak akan mampu melakukannya: kami memiliki sistem yang kokoh dan konstitusi yang kuat.”
Senada dengan itu, Presiden Masoud Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu mengatakan bahwa meskipun Khamenei telah wafat, negara akan tetap mengikuti jejaknya dan musuh-musuh Iran akan dibuat “putus asa.”


