spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Wednesday, March 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaAS tarik sistem pertahanan udara untuk perang lawan Iran

AS tarik sistem pertahanan udara untuk perang lawan Iran

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Selasa mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat berencana menarik sebagian sistem pertahanan udara dari negaranya untuk digunakan dalam perang melawan Iran.

Lee mengatakan pemerintah Korea Selatan sebenarnya menentang langkah tersebut, namun menyadari bahwa Seoul tidak memiliki kendali penuh atas keputusan Washington.

“Kami menentang penarikan beberapa sistem pertahanan udara AS yang digunakan untuk kebutuhan militer negara kami, tetapi ini juga merupakan kenyataan pahit bahwa kami tidak dapat sepenuhnya memaksakan pendapat kami,” kata Lee kepada para anggota kabinetnya.

Pernyataan itu menjadi konfirmasi publik pertama bahwa Amerika Serikat terpaksa memindahkan sistem pertahanan udara penting dari Asia Timur ke Timur Tengah setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran.

Sistem THAAD Dipindahkan

Sebelumnya, The Washington Post melaporkan bahwa Pentagon memindahkan sebagian komponen sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari Korea Selatan ke Timur Tengah.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun dilaporkan mengatakan pekan lalu bahwa Amerika Serikat juga sedang berdiskusi dengan Seoul mengenai kemungkinan pemindahan baterai pertahanan udara Patriot dari Korea Selatan ke kawasan Timur Tengah.

Sekutu Utama AS di Asia

Korea Selatan merupakan salah satu sekutu militer utama Amerika Serikat. Negara tersebut memiliki hubungan permusuhan lama dengan Korea Utara, yang juga memiliki senjata nuklir.

Dalam hubungan ekonomi, Korea Selatan merupakan mitra dagang terbesar keenam bagi Amerika Serikat. Nilai aktivitas ekonomi antara kedua negara bahkan jauh lebih besar dibandingkan hubungan ekonomi AS dengan Israel, Turki, maupun negara-negara Teluk.

Selain itu, Amerika Serikat memiliki perjanjian pertahanan bersama dengan Korea Selatan, sesuatu yang tidak dimiliki AS dengan negara mana pun di Timur Tengah.

Sistem Pertahanan Dialihkan dari Berbagai Negara

Korea Selatan bukan satu-satunya negara yang menjadi sumber pengalihan sistem pertahanan udara Amerika Serikat.

Turki pada Selasa juga mengumumkan bahwa satu sistem Patriot tambahan telah ditempatkan di provinsi Malatya setelah dua serangan rudal Iran.

Laporan Middle East Eye menyebutkan bahwa rudal Iran tersebut kemungkinan menguji wilayah udara Turki dengan tujuan menargetkan pangkalan radar penting NATO di Malatya.

Sistem Patriot yang baru ditempatkan di sana dilaporkan dipindahkan dari pangkalan NATO di Ramstein, Jerman.

Kemampuan Militer AS Dinilai Tertekan

Keputusan memindahkan sistem pertahanan udara dari Korea Selatan menunjukkan bahwa kemampuan militer Amerika Serikat saat ini berada dalam tekanan besar.

Laporan Middle East Eye juga menyebutkan bahwa Washington kesulitan memenuhi permintaan negara-negara Teluk untuk tambahan interceptor pertahanan udara.

Beberapa analis di kawasan Teluk bahkan mulai mempertanyakan nilai keberadaan pangkalan militer AS di negara mereka ketika wilayah tersebut terus menjadi sasaran serangan Iran.

Ironisnya, pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya berjanji untuk mengakhiri apa yang disebut sebagai “perang tanpa akhir” Amerika Serikat di Timur Tengah.

Salah satu pejabat Pentagon, Eldridge Colby, yang menjabat wakil menteri pertahanan untuk kebijakan, sebelumnya dikenal sebagai pendukung gagasan untuk meninjau kembali komitmen keamanan AS di Timur Tengah agar Washington dapat lebih fokus bersaing dengan China, yang dianggap sebagai satu-satunya pesaing kekuatan besar Amerika Serikat.

 

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler