Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan, hingga Kamis (13/3), sebanyak 687 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret, termasuk 98 anak-anak.
Dalam pernyataannya, kementerian juga menyebut korban tewas terdiri atas 62 wanita dan 18 tenaga medis, sementara jumlah korban luka mencapai 1.774 orang.
Di antara yang terluka terdapat 304 anak-anak, 328 wanita, dan 45 tenaga medis.
Konflik ini bermula pada 2 Maret ketika kelompok Hezbollah menyerang situs militer Israel sebagai respons atas serangkaian serangan Israel terhadap Lebanon dan kematian pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel.
Israel kemudian membalas dengan melancarkan kampanye militer di Lebanon, termasuk serangan udara di pinggiran selatan Beirut dan sejumlah wilayah di selatan serta timur negara itu, serta pada 3 Maret memulai penetrasi darat terbatas di Lebanon selatan.


