spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Monday, March 16, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaPrabowo: Iran khawatir negosiasi dengan AS karena sudah ditipu dua kali

Prabowo: Iran khawatir negosiasi dengan AS karena sudah ditipu dua kali

 

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengatakan bahwa warga Iran merasa “waspada” terhadap pembicaraan baru dengan Amerika Serikat di tengah konflik yang sedang berlangsung dan telah meluas ke negara-negara kawasan, menurut laporan media pada Minggu, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu, Prabowo mengatakan kepada Bloomberg bahwa warga Iran baru-baru ini menyampaikan kepadanya bahwa mereka berhati-hati untuk kembali memasuki perundingan dengan AS karena merasa “pada dasarnya mereka telah ditipu” dua kali.

Dalam perang yang tidak seimbang, kata Prabowo, “mereka pada dasarnya hanya harus bertahan hidup.”

Oman sebelumnya menjadi mediator dalam putaran terbaru perundingan antara Teheran dan Washington terkait Iran, sebelum AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian memicu serangan balasan ke negara-negara di kawasan.

Prabowo menyatakan bahwa ia bersedia menjadi mediator dan melakukan perjalanan ke Iran jika kedua pihak menyetujuinya.

“Kita semua bingung,” ujarnya mengenai perang antara AS–Israel dan Iran. “Dan saya sedih. Saya tidak merasa ada rasionalitas dalam hal ini,” tambahnya.

“Saran saya selalu mencari opsi damai,” kata presiden, seraya mendesak semua pihak menunjukkan kemauan untuk terlibat dalam setiap upaya mediasi.

Prabowo juga kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara di Palestina, khususnya dalam kerangka Board of Peace (BoP) yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump.

“Setiap kebijakan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan,” ujarnya mengenai BoP.

“Jika kita berada di dalam BoP, kita masih bisa memberikan pengaruh dan bekerja menuju solusi yang langgeng, yang menurut pandangan kita adalah Palestina merdeka—solusi dua negara,” tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa rencana Indonesia untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza saat ini sedang “ditunda”.

Sebelumnya, Jakarta telah berjanji mengirim 8.000 personel pasukan untuk ditempatkan dalam misi International Stabilization Force di wilayah kantong Palestina yang hancur akibat perang, yaitu Gaza Strip.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk, yang menurut Iran merupakan lokasi “aset militer AS”.

 

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler