Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta negara-negara sekutu membantu mengamankan Selat Hormuz setelah pasukan Iran terus melakukan serangan di jalur pelayaran vital tersebut di tengah perang AS–Israel melawan Iran yang kini memasuki pekan ketiga.
Trump menyebut pemerintahannya telah menghubungi tujuh negara untuk meminta dukungan. Namun, ia tidak mengungkapkan negara-negara tersebut. Dalam unggahan sebelumnya di media sosial, ia berharap China, France, Japan, South Korea, United Kingdom, serta negara lain dapat ikut berpartisipasi.
Iran dilaporkan secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur sempit antara Iran dan Oman yang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Penutupan ini disebut sebagai gangguan terbesar terhadap pasokan energi global.
Sejumlah negara merespons berbeda terhadap permintaan Washington tersebut.
Jepang
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan Jepang saat ini tidak berencana mengirim kapal angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal di Timur Tengah. Pemerintah Jepang masih mengkaji langkah yang dapat dilakukan sesuai kerangka hukum yang berlaku.
Australia
Pemerintah Australia juga menyatakan tidak akan mengirim kapal perang untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz. Menteri Kabinet Catherine King mengatakan negaranya tidak diminta secara langsung untuk berkontribusi dalam misi tersebut.
Korea Selatan
Kantor Presiden South Korea menyatakan akan berkoordinasi erat dengan Amerika Serikat sebelum mengambil keputusan. Berdasarkan konstitusi Korea Selatan, pengiriman pasukan ke luar negeri harus mendapat persetujuan parlemen.
Inggris
Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan negaranya tidak ingin terlibat lebih jauh dalam perang Iran. Meski demikian, Inggris bersama sekutu sedang menyusun rencana untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia menegaskan rencana tersebut tidak akan menjadi misi NATO.
Uni Eropa
Para menteri luar negeri European Union dijadwalkan membahas kemungkinan memperkuat misi angkatan laut di Timur Tengah. Namun, mereka tidak diperkirakan akan memperluas misi tersebut hingga mencakup Selat Hormuz.
Misi yang dimaksud adalah Aspides Mission, yang dibentuk pada 2024 untuk melindungi kapal dari serangan kelompok Houthi movement di Laut Merah.
Jerman
Menteri Pertahanan Boris Pistorius menyatakan Jerman tidak akan mengirim militer untuk mengamankan Selat Hormuz. Menurutnya, konflik tersebut bukan perang yang dimulai oleh negaranya.
Denmark
Menteri Luar Negeri Lars Lokke Rasmussen mengatakan negaranya akan mempertimbangkan berbagai opsi, mengingat Denmark merupakan negara maritim besar meski berukuran kecil.
Italia
Menteri Luar Negeri Antonio Tajani menilai diplomasi merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan krisis di Selat Hormuz dan menegaskan tidak ada misi angkatan laut Italia yang dapat diperluas ke wilayah tersebut.
Yunani
Pemerintah Greece juga menyatakan tidak akan terlibat dalam operasi militer di Selat Hormuz.


