spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Tuesday, March 17, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaMenhan Israel klaim Ali Larijani tewas

Menhan Israel klaim Ali Larijani tewas

Israel mengklaim telah menewaskan Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam serangan terbaru di Teheran. Namun hingga kini pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi maupun bantahan atas klaim tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Selasa menyatakan bahwa Larijani menjadi target serangan militer Israel.

Sementara itu, media pemerintah Iran menerbitkan sebuah catatan tulisan tangan yang dikaitkan dengan Ali Larijani. Namun tidak jelas apakah publikasi tersebut dimaksudkan sebagai bukti bahwa pejabat senior Iran itu masih hidup.

Catatan tersebut dipublikasikan melalui media sosial Larijani dan berisi penghormatan kepada 84 pelaut Iran yang tewas dalam serangan Amerika Serikat terhadap kapal angkatan laut Iran di perairan internasional.

Jika kematian Larijani dikonfirmasi, ia akan menjadi pejabat paling tinggi yang tewas sejak serangan Amerika Serikat dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta sejumlah anggota keluarganya pada hari pertama perang yang dimulai pada 28 Februari.

Larijani terakhir kali terlihat di hadapan publik pada Jumat lalu saat menghadiri pawai Hari Al-Quds di Teheran bersama Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Selama bertahun-tahun, Larijani dikenal sebagai tokoh penting dalam politik Iran. Ia pernah memimpin perundingan nuklir Iran dengan negara-negara Barat dan juga menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran.

Menanggapi kabar serangan tersebut, Katz menyatakan bahwa para pemimpin Iran kini menjadi sasaran operasi militer Israel.

“Para pemimpin rezim sedang diburu dan kemampuan mereka sedang dilumpuhkan,” ujar Katz melalui media sosial.

Ia menambahkan bahwa militer Israel terus melancarkan serangan terhadap kemampuan rudal Iran serta infrastruktur strategis negara tersebut.


Seruan kepada Negara-negara Muslim

Dalam pesan yang disampaikan pada Senin, Larijani menyerukan negara-negara mayoritas Muslim untuk mendukung Iran dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel.

Ia menilai sebagian besar negara Islam gagal membantu Iran dalam menghadapi apa yang ia sebut sebagai “agresi pengkhianatan”.

Larijani mengutip hadis Nabi Muhammad yang menyatakan bahwa seorang Muslim seharusnya menjawab panggilan sesama Muslim yang meminta pertolongan.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur dalam konflik yang sedang berlangsung dan memperingatkan bahwa negara-negara di kawasan tidak dapat bersikap netral.

Militer Israel juga mengklaim telah menewaskan Gholamreza Soleimani, komandan pasukan Basij yang merupakan milisi paramiliter di bawah Islamic Revolutionary Guard Corps.

Menurut militer Israel, serangan udara yang dilakukan di pusat Teheran berhasil menargetkan Soleimani berdasarkan intelijen militer yang akurat.

Namun hingga kini pihak Iran juga belum mengonfirmasi klaim tersebut.

Pasukan Basij dikenal sebagai organisasi paramiliter sukarela yang dibentuk setelah Revolusi Iran 1979. Pasukan ini memiliki jaringan di berbagai kota dan sering dikerahkan untuk menjaga keamanan dalam negeri, termasuk dalam menghadapi demonstrasi besar di Iran.

Dampak Strategis Dinilai Terbatas

Pengamat dari Doha Institute for Graduate Studies, Mohamad Elmasry, menilai serangan terhadap tokoh-tokoh penting Iran memiliki dampak simbolis yang besar, tetapi belum tentu melemahkan sistem pemerintahan Iran secara keseluruhan.

“Selalu akan ada pemimpin lain yang menggantikan. Karena itu, kecil kemungkinan rezim Iran akan runtuh hanya karena pembunuhan tokoh tertentu,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai serangan semacam itu memiliki dampak psikologis yang signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler