HomeBeritaAktivis GSLC Hilang Kontak Usai Negosiasi di Pos Pemeriksaan Sirte, Libya

Aktivis GSLC Hilang Kontak Usai Negosiasi di Pos Pemeriksaan Sirte, Libya

SIRTE – Kekhawatiran internasional meningkat setelah sejumlah relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Land Convoy (GSLC) dilaporkan hilang kontak usai mendekati pos pemeriksaan di wilayah Sirte, Libya, untuk melakukan negosiasi perjalanan.

Dalam pernyataan yang beredar melalui jaringan solidaritas Global Sumud, disebutkan bahwa para relawan terakhir kali terlihat menuju checkpoint Sirte sekitar dua jam sebelum komunikasi dengan rombongan terputus.

“Para relawan dari Global Sumud Land Convoy mendekati pos pemeriksaan Sirte untuk melakukan negosiasi agar dapat melintas. Hampir dua jam lalu. Sejak saat itu kami belum lagi mendengar kabar dari mereka,” demikian pernyataan yang disampaikan jaringan pendukung konvoi kemanusiaan tersebut.

Konvoi darat Global Sumud merupakan bagian dari gerakan solidaritas internasional untuk Palestina yang membawa bantuan kemanusiaan dan dukungan moral bagi warga Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung akibat blokade dan konflik berkepanjangan.

Sejumlah warga negara asing dilaporkan berada dalam rombongan kendaraan yang hilang kontak tersebut. Di antaranya berasal dari Uruguay, Kanada, Tunisia, Italia, Portugal, Spanyol, Argentina, Amerika Serikat, Polandia, dan sejumlah negara lainnya.

Jaringan solidaritas internasional kini mendesak pemerintah masing-masing negara untuk segera mengambil langkah perlindungan terhadap warganya yang berada dalam misi kemanusiaan di Libya.

“Jika Anda warga negara dari salah satu negara tersebut, hubungi kementerian luar negeri Anda. Tanyakan apa yang sedang mereka lakukan untuk melindungi warga negaranya dalam konvoi kemanusiaan di Libya,” lanjut seruan tersebut.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari otoritas Libya mengenai kondisi para relawan maupun penyebab terputusnya komunikasi dengan rombongan konvoi.

Insiden ini menambah panjang daftar ketegangan yang dihadapi aktivis Global Sumud dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, armada laut Global Sumud Flotilla juga menjadi sorotan dunia setelah dicegat aparat Israel di Laut Mediterania saat membawa misi kemanusiaan menuju Gaza.

Berbagai organisasi hak asasi manusia internasional kini menyerukan perlindungan terhadap relawan sipil dan aktivis kemanusiaan yang terlibat dalam misi bantuan untuk Palestina. Mereka menegaskan bahwa para peserta konvoi merupakan warga sipil yang menjalankan misi non-kekerasan dan kemanusiaan.

Sementara itu, keluarga dan jaringan relawan internasional terus menunggu kabar terbaru mengenai keberadaan rombongan yang hilang kontak di wilayah Sirte tersebut. (cky)

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler