Kepolisian Israel dilaporkan meluncurkan program rekrutmen yang menargetkan kalangan Yahudi religius garis kanan, termasuk individu yang terlibat dalam penyerbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Informasi tersebut diungkap surat kabar Israel Haaretz dalam laporan yang diterbitkan pada Kamis (4/6).
Menurut laporan itu, Daniel Lerch, wakil komandan unit kepolisian yang bertanggung jawab atas pengamanan kompleks Al-Aqsa, menyebarkan ajakan rekrutmen melalui media sosial dan grup WhatsApp. Sejumlah grup tersebut disebut beranggotakan aktivis pemukim Israel serta kelompok sayap kanan ekstrem.
Dalam pesan rekrutmen yang dikutip Haaretz, Lerch menulis bahwa kepolisian telah memulai proyek perekrutan polisi religius untuk bertugas di kawasan yang oleh Israel disebut Temple Mount dan oleh umat Islam dikenal sebagai Haram al-Sharif, lokasi Masjid Al-Aqsa.
“Kami telah meluncurkan proyek untuk merekrut polisi religius di Temple Mount. Siapa pun yang ingin berpartisipasi dalam penegakan kedaulatan dipersilakan menghubungi saya,” tulis Lerch.
Haaretz melaporkan sejumlah aktivis pendukung kunjungan Yahudi ke kompleks Al-Aqsa menyatakan bahwa para rabi telah mendorong murid-murid mereka untuk bergabung dengan unit kepolisian yang bertugas di lokasi tersebut. Langkah itu disebut bertujuan meningkatkan kehadiran personel Yahudi di antara petugas yang ditempatkan di kawasan suci tersebut.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa beberapa aktivis religius yang secara rutin mengikuti aksi masuk ke kompleks Al-Aqsa telah bergabung dengan kepolisian Israel dalam setahun terakhir.
Selain itu, Haaretz mengutip sumber kepolisian yang mengatakan bahwa petugas yang bertugas di situs-situs keagamaan di Kota Tua Yerusalem menjalin komunikasi rutin dengan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan istrinya.
Temuan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai peran kelompok sayap kanan Israel dalam pengelolaan keamanan di kompleks Masjid Al-Aqsa, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Palestina-Israel.
Kompleks Masjid Al-Aqsa merupakan situs suci ketiga umat Islam dan berada di bawah pengelolaan Waqf Islam Yordania. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut kerap menjadi lokasi ketegangan menyusul meningkatnya kunjungan dan aksi provokatif kelompok pemukim Israel di bawah pengawalan aparat keamanan.


