AMMAN – Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan menegaskan, Turki memandang Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu situs suci miliknya. Karena itu, menurutnya, setiap pelanggaran atau serangan terhadap Al-Aqsa dianggap sebagai serangan terhadap nilai-nilai bangsa Turki.
Pernyataan tersebut disampaikan Fidan pada Rabu (5/8) dalam konferensi pers di ibu kota Yordania, Amman, usai menghadiri pertemuan tingkat menteri mengenai Yerusalem.
Fidan menyebut pertemuan itu sebagai “bersejarah”, karena membahas sejumlah isu regional, termasuk perkembangan di kawasan Teluk, dampak penutupan Selat Hormuz, serta isu Palestina.
Ia menegaskan perhatian Turki tidak pernah bergeser dari isu Palestina, Masjid Al-Aqsa, maupun situasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
“Semua isu tersebut kami tangani secara bersamaan, karena kami tahu jika perhatian kami teralihkan pada satu isu saja, Israel akan lebih mudah melakukan apa yang sedang dilakukannya di Gaza, di Masjid Al-Aqsa, di Yerusalem, dan di Tepi Barat,” ujar Fidan.
Ia menambahkan para peserta pertemuan juga membahas pelanggaran-pelanggaran terbaru yang dilakukan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa serta langkah-langkah untuk mengoordinasikan respons bersama.
Selain itu, para menteri bertukar pandangan mengenai kekhawatiran yang disampaikan negara-negara Islam dan kemungkinan langkah-langkah diplomatik yang dapat ditempuh untuk merespons situasi tersebut. (ofr)


