HomeBeritaRafah Masih Tertutup, Mesir Desak Israel Izinkan Pengiriman Barang ke Gaza

Rafah Masih Tertutup, Mesir Desak Israel Izinkan Pengiriman Barang ke Gaza

KAIRO – Mesir terus menekan Israel agar membuka kembali perlintasan perbatasan Rafah dengan Gaza guna memungkinkan masuknya barang-barang ke wilayah tersebut, demikian dilaporkan Otoritas Penyiaran Israel pada Rabu (5/8), sebagaimana dikutip Anadolu.

Sebaliknya, Israel bersikeras membatasi seluruh pengiriman barang hanya melalui perlintasan Kerem Shalom yang berada di bawah kendalinya, menurut laporan tersebut.

Lembaga penyiaran itu, mengutip sumber Israel yang tidak disebutkan namanya, menyebut bahwa aparat keamanan dan kepemimpinan politik Israel telah menyampaikan kepada Amerika Serikat serta Nikolay Mladenov, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian, posisi bersama mereka untuk tidak mengizinkan masuknya barang ke Jalur Gaza selain melalui perlintasan Kerem Shalom.

Pada 2 Februari, Israel kembali membuka sisi Palestina dari perlintasan Rafah, yang telah didudukinya sejak Mei 2024, namun hanya secara terbatas dan dengan pembatasan yang sangat ketat.

Setelah ditutup selama hampir 20 hari menyusul pecahnya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari, Israel kembali membuka perlintasan tersebut pada 19 Maret dengan mekanisme operasional sebelumnya, tetapi tetap memberlakukan pembatasan yang ketat.

Saat ini, perlintasan Rafah hanya beroperasi secara terbatas untuk lalu lintas pejalan kaki. Puluhan pasien, warga Palestina yang terluka, serta kasus-kasus kemanusiaan lainnya sesekali diizinkan keluar dari Gaza di bawah pengawasan dan pembatasan ketat dari Israel.

Sementara itu, ribuan warga Palestina di Gaza masih menunggu izin untuk bepergian ke luar wilayah tersebut guna mendapatkan perawatan medis.

Hingga pukul 09.30 GMT, pemerintah Mesir belum memberikan tanggapan resmi terhadap laporan yang disiarkan media Israel tersebut.

Sebelum perang yang oleh banyak pihak disebut sebagai genosida Israel di Gaza, ratusan warga Palestina setiap hari melintasi Rafah menuju Mesir, sementara ratusan lainnya kembali ke Jalur Gaza. Saat itu, perlintasan tersebut dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri Gaza dan otoritas Mesir tanpa campur tangan Israel.

Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 8 Oktober 2023, sekitar 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 173.000 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, hampir 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza telah hancur.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini