HomeBeritaPasukan Israel Serbu Kamp Qalandiya, Aneksasi Tepi Barat Makin Masif

Pasukan Israel Serbu Kamp Qalandiya, Aneksasi Tepi Barat Makin Masif

RAMALLAH – Delapan warga Palestina terluka setelah pasukan Israel memasuki rumah-rumah dan pertokoan di Kamp Pengungsi Qalandiya serta mengeluarkan ancaman pembongkaran terhadap sejumlah bangunan usaha. Melaporkan dari Al-Jazeera pada Rabu (5/8).

Pasukan Israel menggerebek rumah-rumah dan pertokoan di Kamp Pengungsi Qalandiya, wilayah Tepi Barat yang diduduki, dekat Ramallah, sambil mengeluarkan ancaman pembongkaran terhadap sejumlah tempat usaha.

Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) pada Rabu menyatakan, delapan warga Palestina dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka-luka.

Juru bicara komite urusan kamp, Mohammad Aslan, mengatakan kepada kantor berita AFP, militer Israel menangkap sedikitnya 20 warga Palestina dan menempatkan pasukannya di atap rumah penduduk.

Pada 2023, pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melanjutkan rencana pembangunan permukiman ilegal berkapasitas sekitar 9.000 unit di lokasi bekas Bandara Atarot, Yerusalem, yang berbatasan langsung dengan Qalandiya.

Sejak saat itu, warga Palestina menyuarakan kekhawatiran penggerebekan dan pembongkaran rumah merupakan bagian dari strategi pengusiran penjajah sebelum pembangunan permukiman ilegal dimulai, meskipun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel.

Operasi ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas penggerebekan militer Israel di Tepi Barat yang diduduki. Warga Palestina menyebut jumlah penggerebekan dalam beberapa pekan terakhir mencapai sekitar 50 kali per hari.

Jurnalis yang meliput operasi tersebut turut menjadi sasaran. Salah seorang wartawan dilaporkan mengalami kekerasan oleh tentara Israel saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Tujuan operasi militer ini masih belum jelas. Warga mempertanyakan apakah penggerebekan berkaitan dengan penangkapan, operasi intelijen, atau upaya memperketat pembatasan terhadap kamp pengungsi.

PRCS menyatakan delapan warga Palestina dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka-luka akibat operasi tersebut.

Warga juga mengatakan pasukan Israel menutup sejumlah tempat usaha yang berada di wilayah administrasi Pemerintah Kota Al-Quds. (ofr)

ARTIKEL TERKAIT

Terkini