RAMALLAH – Kantor Informasi Tahanan Palestina pada Rabu (5/8) menyatakan dokter Hossam Abu Safiya, direktur Rumah Sakit Kamal Adwan yang ditahan Israel, menghadapi kondisi kesehatan dan kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di Penjara Rakevet, Israel, setelah mengalami penyiksaan dan penganiayaan berulang yang menyebabkan berbagai cedera, termasuk patah tulang rusuk.
Dalam pernyataannya, kantor tersebut mengatakan pada 27 Juli, Abu Safiya menjadi sasaran penggerebekan penjara yang disebut sebagai yang paling brutal sejak ia ditangkap. Peristiwa itu bahkan disebut sebagai “hari terberat dalam hidupnya di penjara”. Menurut pernyataan tersebut, para tahanan dipukuli menggunakan pentungan, disetrum, ditembaki gas air mata dan peluru karet, serta diserang dengan anjing polisi.
Pernyataan itu juga menyebutkan Abu Safiya menderita penyakit jantung kronis dan tekanan darah tinggi, disertai nyeri hebat pada leher, saraf tulang belakang yang bergeser (hernia nukleus pulposus), hernia, gangguan penglihatan, pusing berkepanjangan, serta detak jantung yang sangat cepat. Meski kondisinya serius, pihak administrasi penjara disebut hanya memberikan obat pereda nyeri dan obat tekanan darah.
Kantor Informasi Tahanan Palestina juga mengungkapkan Abu Safiya mengalami pemukulan keras segera setelah dipindahkan ke Penjara Rakevet pada Juni lalu, yang mengakibatkan patah tulang rusuk. Selain itu, ia juga menjalani 21 hari dalam sel isolasi dengan kondisi yang sangat berat.
Kantor tersebut menegaskan otoritas Israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan jiwa Abu Safiya setelah hampir 500 hari ditahan, serta menyerukan tindakan internasional yang mendesak untuk membebaskannya serta menghentikan apa yang mereka sebut sebagai berbagai pelanggaran terhadap para tahanan Palestina. (ofr)


