HomeBeritaIsrael Bunuh Lebih dari 300 Anak Gaza sejak Gencatan Senjata

Israel Bunuh Lebih dari 300 Anak Gaza sejak Gencatan Senjata

 

GAZA MEDIA – Sedikitnya 300 anak dilaporkan tewas di Jalur Gaza dalam 300 hari sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober tahun lalu, kata UNICEF dilansir dari Anadolu pada Kamis (6/8).

UNICEF memperingatkan kekerasan dan kondisi kemanusiaan yang memburuk terus menempatkan anak-anak Gaza dalam risiko serius.

“Gencatan senjata yang masih menyebabkan rata-rata satu anak tewas setiap hari berarti gagal melindungi anak-anak,” kata Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Edouard Beigbeder. “Dengan ratusan anak lainnya terluka, banyak di antaranya mengalami luka parah, anak-anak di Gaza masih menunggu berakhirnya kekerasan yang telah dijanjikan kepada mereka.”

UNICEF mengatakan banyak keluarga terpaksa mengungsi ke wilayah yang luasnya hanya sekitar sepertiga dari Gaza. Mereka hidup dalam kondisi tidak aman, dikelilingi bangunan yang hancur, puing-puing, dan tumpukan sampah.

Badan PBB tersebut memperingatkan anak-anak di Gaza terus menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah, termasuk malnutrisi akut, wabah penyakit, keterbatasan akses terhadap air bersih, serta rusaknya infrastruktur sanitasi.

UNICEF mengatakan pengumuman terbaru mengenai kemungkinan tahap berikutnya dari gencatan senjata, termasuk upaya mengakhiri permusuhan dan memperluas bantuan kemanusiaan, telah meningkatkan harapan  kondisi dapat membaik.

“Ini memberikan harapan baru dan peluang untuk akhirnya menghentikan pembunuhan terhadap anak-anak,” kata Beigbeder. “Bagi anak-anak di Gaza, ujiannya sederhana: Apakah pembunuhan berhenti? Apakah bantuan dapat menjangkau mereka dalam skala besar? Apakah rumah sakit kembali beroperasi dan air kembali mengalir? Akankah anak-anak dapat kembali ke sekolah dengan aman pada September?”

“Anak-anak telah mendengar janji-janji sebelumnya. Kali ini, kesepakatan harus diterjemahkan menjadi tindakan,” tambahnya.

UNICEF mendesak semua pihak untuk memenuhi kewajiban berdasarkan hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia, termasuk melindungi anak-anak serta memastikan akses terhadap layanan dasar seperti layanan kesehatan, pendidikan, makanan, dan air minum yang aman.

Badan tersebut juga mendesak pihak berwenang untuk mengizinkan dan memfasilitasi akses bantuan kemanusiaan yang “aman, cepat, dan tanpa hambatan” bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan. (ofr)

ARTIKEL TERKAIT

Terkini