GAZA CITY — Sedikitnya lima warga Palestina tewas dan 30 lainnya terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir hingga Senin (7/9), kata Kementerian Kesehatan Gaza. Serangan tersebut terjadi di tengah gencatan senjata yang masih berlaku sejak Oktober 2025, namun terus diwarnai insiden kekerasan yang menewaskan warga sipil.
Menurut pernyataan resmi kementerian, lima jenazah dibawa ke rumah sakit di Gaza dalam sehari terakhir. Dua orang lainnya meninggal dunia akibat luka parah yang diderita sebelumnya, sementara 30 orang mengalami cedera akibat serangan tersebut.
Korban Tertimbun Reruntuhan
Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan kemungkinan masih ada korban tewas yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur atau berada di jalan-jalan yang belum dapat dijangkau tim ambulans dan pertahanan sipil. Kondisi ini menyulitkan pendataan jumlah korban secara pasti dalam waktu dekat.
Tim medis dan relawan pertahanan sipil di Gaza masih menghadapi keterbatasan akses ke sejumlah lokasi terdampak, sehingga proses evakuasi korban berjalan lambat.
Total Korban Sejak Gencatan Senjata
Data kementerian menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025, sebanyak 1.352 orang di Jalur Gaza telah tewas dan 4.511 lainnya terluka akibat berbagai insiden kekerasan yang terus berlangsung meski kesepakatan formal sudah berjalan. Sebanyak 826 jenazah telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan dan lokasi lain sejak periode tersebut.
Secara keseluruhan, jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menembus angka lebih dari 73.000 jiwa, menurut data resmi Kementerian Kesehatan Gaza yang diperbarui secara berkala.
Angka-angka ini mencerminkan bahwa meski gencatan senjata resmi telah berjalan hampir setahun, insiden kekerasan sporadis yang menimbulkan korban jiwa masih terus terjadi di berbagai wilayah Jalur Gaza, dari serangan udara hingga baku tembak di sejumlah titik.
Kementerian Kesehatan Gaza belum merinci lokasi spesifik serangan yang menyebabkan lima korban tewas dalam laporan terbaru ini, maupun keterangan lebih lanjut mengenai identitas para korban.


