Istanbul, Festival tahunan Pasar Senggol Turkiye 2026 kembali digelar di Istanbul pada Jumat (11/9) menghadirkan kuliner, seni, budaya, hingga produk ekonomi kreatif Indonesia kepada masyarakat Turkiye dan komunitas internasional.
Memasuki penyelenggaraan kelima sejak pertama kali digelar diaspora Indonesia pada 2022, festival tahun ini berlangsung di Eyupsultan Belediyesi Nikah Salonu ve Kultur Merkezi mulai pukul 11.00 hingga 20.00 waktu setempat.
Mengusung tema “West Java Resonance in Türkiye: Discovering Indonesia’s Artistic and Culinary Soul”, Pasar Senggol 2026 memberikan perhatian khusus pada kekayaan seni dan kuliner Jawa Barat, sekaligus tetap menghadirkan beragam budaya Nusantara.
Acara tersebut dihadiri sejumlah perwakilan asing dan institusi Turkiye termasuk Konsul Jenderal Filipina Christina Rola McKernan, perwakilan Konsulat Jenderal India, serta pejabat Pemerintah Metropolitan Istanbul.
Pasar Senggol mengadaptasi konsep pasar rakyat Indonesia dengan menggabungkan pasar kuliner, produk kreatif dan UMKM, pertunjukan seni-budaya, musik dan hiburan, serta ruang interaksi bagi komunitas internasional.
Konjen RI di Istanbul Darianto Harsono mengatakan selama lima tahun Pasar Senggol konsisten memperkenalkan keragaman kuliner, produk, dan budaya Indonesia.
Menurut dia, festival tersebut sekaligus menunjukkan kekuatan persaudaraan diaspora Indonesia yang turut mendorong citra positif Indonesia di Turkiye.
“Melalui Pasar Senggol, diaspora Indonesia turut membangun hubungan antarmanusia, seraya mendorong diplomasi ekonomi dan diplomasi budaya Indonesia di Turkiye,” ujar Darianto. Ia menambahkan, bersama perwakilan Republik Indonesia, diaspora juga turut memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Turkiye.
Ketua Pelaksana Pasar Senggol Turkiye 2026 sekaligus Ketua Masyarakat Indonesia Diaspora Istanbul, Sari Rusmiati, mengatakan festival tahunan tersebut digelar untuk memperkuat diplomasi budaya agar Indonesia semakin dikenal masyarakat Turkiye dan komunitas internasional.
Menurut dia, kegiatan itu juga menjadi sarana mendorong ekonomi kreatif melalui pemberdayaan UMKM Indonesia di Turkiye.
Sari mengatakan penyelenggaraan Pasar Senggol tahun ini melibatkan 47 tenant yang berasal dari Indonesia, Jerman, serta sejumlah kota di Turkiye, termasuk Istanbul, Antalya, Ankara, dan Alanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KJRI Istanbul, KBRI Ankara, para tamu kehormatan, sponsor, panitia, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan edisi kelima Pasar Senggol tersebut.


