HomeBeritaSerangan Israel di Kamp Pengungsi Al-Mawasi Tewaskan Tiga Orang, Termasuk Anak Tujuh...

Serangan Israel di Kamp Pengungsi Al-Mawasi Tewaskan Tiga Orang, Termasuk Anak Tujuh Tahun

KHAN YUNIS — Serangan udara Israel terhadap kamp pengungsi di kawasan Al-Mawasi, barat Khan Younis, Jalur Gaza selatan, menewaskan tiga warga Palestina pada Senin (26/10/2026), termasuk seorang anak perempuan berusia tujuh tahun. Informasi itu disampaikan petugas medis dan pertahanan sipil Gaza, lebih dari setahun setelah gencatan senjata Israel–Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa timnya mengevakuasi tiga korban tewas, termasuk seorang anak, dari lokasi serangan. Militer Israel belum menjelaskan sasaran serangan tersebut.

Korban dan Tanggapan Militer Israel

Rumah Sakit Nasser di Khan Younis mengonfirmasi ketiga kematian itu dan menyebut beberapa korban luka, termasuk seorang anak dan seorang perempuan, juga dibawa ke sana. Rumah sakit menyatakan para korban terkena langsung serpihan rudal Israel.

Korban tewas diidentifikasi sebagai Hossam al-Zamli (21), Tamer Abu Sneima (24), dan Jouri al-Soufi. Kementerian Pendidikan Gaza menyebut usia Jouri tujuh tahun.

Kepada AFP, militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas militer di area itu pada Senin. Dalam versi awal laporan AFP yang sama, militer disebut tengah menelaah laporan serangan tersebut.

AFP melaporkan total lima warga Palestina tewas pada Senin, mengutip sumber medis dan tim penyelamat. Dua korban lainnya masing-masing tewas dalam serangan terhadap tenda pengungsi di dekat Khan Younis, menurut pertahanan sipil, dan di lingkungan Rimal, Kota Gaza, menurut Rumah Sakit Al-Shifa.

Angka Korban Harian

Kementerian Kesehatan Gaza dalam laporan hariannya pada Senin mencatat 11 jenazah tiba di rumah sakit dalam 24 jam terakhir, terdiri atas delapan korban baru dan tiga jasad yang ditemukan dari reruntuhan. Sebanyak 35 orang terluka.

Sejak gencatan senjata berlaku, kementerian mencatat 1.559 warga Palestina tewas dan 5.608 terluka. Total korban tewas sejak Oktober 2023 mencapai 74.555 orang, dengan 175.727 luka-luka.

Secara terpisah, Bassal menyebut pertahanan sipil mencatat 13 orang tewas dan sekitar 60 terluka akibat tembakan dan serangan udara Israel dalam 24 jam terakhir. Pada pernyataan awal hari yang sama, ia menyebut 11 tewas dan 50 terluka. Angka pertahanan sipil dihitung lembaga berbeda dan tidak sama dengan data Kementerian Kesehatan.

Konteks Gencatan Senjata

Times of Israel melaporkan pada 25 Oktober bahwa pelaksanaan rencana perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza mandek. Hamas menolak melucuti senjata, sementara Israel menolak menarik pasukan dari bagian mana pun di Gaza sebelum syarat itu dipenuhi. Dalam laporan terpisah pada 26 Oktober, Times of Israel menyebut wilayah di bawah kendali Israel, yang dipisahkan dari area Hamas oleh apa yang disebut Garis Kuning, kini sekitar 63 persen dari Jalur Gaza.

Pada 9 Oktober, lebih dari 100 organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia menyatakan gencatan senjata itu hanya ada di atas kertas. Amnesty International, yang menerbitkan pernyataan bersama tersebut, mencatat bahwa hampir dua juta orang di Gaza masih membutuhkan tempat tinggal.

CEO Save the Children, Inger Ashing, dalam pernyataan itu mengatakan, “Gencatan senjata tidak ada artinya jika anak-anak masih terbunuh.”

ARTIKEL TERKAIT

Terkini