GAZAMEDIA.NET — Hujan lebat pertama musim dingin mengubah kamp-kamp pengungsian Gaza menjadi lautan lumpur. Sekitar 70.000 tenda pengungsi Palestina terendam dalam 12 jam sejak badai musim dingin pertama melanda, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza pada Ahad (8/11).
Pertahanan Sipil Gaza menerima 1.500 panggilan darurat dari warga, dan banjir menyebabkan korban luka meski belum ada laporan korban jiwa.

Ketinggian air naik 30–40 sentimeter di sejumlah kamp, memaksa keluarga meninggalkan tenda mereka di Kota Gaza, wilayah utara, dan sebagian Gaza tengah. Di pesisir selatan, kawasan al-Mawasi yang menampung lebih dari 900.000 pengungsi diguyur hujan sejak Jumat malam pukul 22.00.
Ancaman belum usai. Menurut OCHA, sekitar 950.000 pengungsi di Gaza tinggal di area rawan banjir. Lebih dari 2.000 bangunan berisiko runtuh, dan setidaknya 300.000 tenda dibutuhkan untuk melindungi pengungsi yang terdampak cuaca ekstrem.

Di Deir al-Balah, keluarga yang tendanya kebanjiran belum menerima bantuan makanan sejak Sabtu pagi, sementara Israel terus membatasi masuknya bantuan. Upaya penanganan juga lumpuh karena Israel telah menghancurkan ratusan kendaraan, termasuk buldoser dan alat pompa air, selama perang.
Seorang pengungsi, Rafiq Ghattas, berdiri tanpa alas kaki di tengah genangan dan mengeluh bahwa mereka tidak punya terpal, tidak punya tenda, dan tak ada yang memeriksa keadaan mereka.
Bagi warga Gaza, ini adalah musim dingin keempat sejak rumah mereka dihancurkan Israel, yang hingga kini terus memblokir masuknya material penting.
Banjir ini datang di tengah kekejaman Israel yang terus berlangsung. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, hingga Sabtu (7/11/2026), sedikitnya 74.640 warga Palestina tewas dan 175.947 lainnya luka-luka sejak serangan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023.
Gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025 pun tak sepenuhnya menghentikan pertumpahan darah: dalam rentang waktu itu, setidaknya 1.610 orang tewas dan 5.819 lainnya terluka akibat serangan Israel.

Perempuan dan anak perempuan menanggung beban yang sangat berat, dengan UN Women melaporkan lebih dari 38.000 di antaranya terbunuh oleh serangan Israel antara Oktober 2023 dan Desember 2025.
_________________________
Bersama International Networking for Humanitarian, mari kita berikan hadiah terbaik untuk saudara-saudara kita di Gaza Palestina di Musim Dingin dan Persiapan Sambut Bulan Suci Ramadhan 1448 H dengan scan barcode foto berikut atau langsung klik tautannya di inh.or.id



