Surat kabar Italia Corriere della Sera menilai bahwa setelah sembilan hari perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, belum ada pihak yang meraih kemenangan mutlak.
Namun secara militer di lapangan, keseimbangan kekuatan disebut mulai condong ke pihak Israel, sementara Iran berupaya mencegah agar serangan yang diterimanya tidak berubah menjadi kekalahan strategis.
Dalam laporan yang ditulis jurnalis Andrea Nicastro, disebutkan bahwa ukuran kemenangan bagi Iran dan Israel berbeda.
Bagi Iran, keberhasilan utama adalah tetap bertahannya pemerintahan dan stabilitas internal, tanpa munculnya kerusuhan besar atau gerakan separatis. Hal tersebut sudah dianggap sebagai kemenangan politik bagi kepemimpinan Iran, meskipun negara itu mengalami kerugian ekonomi dan infrastruktur yang besar.
Perspektif Israel dan AS
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memandang penghancuran kemampuan militer Iran atau pembunuhan tokoh yang terkait dengan program nuklir sebagai kemenangan penting dalam konflik panjang antara kedua negara.
Netanyahu telah memperingatkan ancaman dari Iran sejak 1990-an.
Di sisi lain, tujuan perang bagi Amerika Serikat dinilai kurang jelas. Presiden AS Donald Trump disebut menyampaikan tujuan yang berbeda-beda dari waktu ke waktu.
Tujuan tersebut berkisar dari mendorong demokrasi dan perubahan rezim di Iran, hingga mencegah Iran menyerang Israel, menghentikan program nuklirnya, atau menghalangi pengembangan rudal yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat.
Nicastro mencatat bahwa serangan Amerika Serikat dilakukan tanpa deklarasi perang resmi dan tanpa tujuan yang sepenuhnya jelas, sehingga sulit menilai apakah Washington benar-benar mencapai kemenangan.
Menurutnya, pihak yang paling jelas mengalami kerugian sejauh ini adalah Iran, sementara Israel menjadi pihak yang paling diuntungkan.
Keunggulan Taktis Israel
Laporan tersebut menjelaskan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel pada awalnya berfokus pada penghancuran sistem pertahanan udara Iran, peluncur rudal, serta operasi pembunuhan terhadap sejumlah komandan militer.
Serangan kemudian berkembang dengan menargetkan infrastruktur militer dan ekonomi Iran.
Strategi itu memungkinkan pasukan AS dan Israel memperoleh kendali udara yang luas, sehingga intensitas serangan meningkat hingga ratusan serangan udara setiap hari.
Menurut laporan tersebut, Iran mengalami kerugian besar, termasuk tewasnya sejumlah tokoh militer dan politik terkemuka serta sekitar 1.400 korban jiwa di dalam negeri.
Selain itu, sejumlah fasilitas militer hancur dan beberapa kapal tenggelam. Sementara itu, korban di pihak Amerika Serikat dan Israel dilaporkan jauh lebih sedikit.
Empat Front Serangan Balasan Iran
Laporan itu juga menyebut Iran berupaya membalas serangan melalui empat front utama.
Pertama, menyerang Israel secara langsung.
Kedua, menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Ketiga, menekan jalur energi global.
Keempat, mengaktifkan sekutu-sekutunya di kawasan, seperti Hezbollah di Lebanon.
Iran juga dilaporkan meningkatkan penggunaan drone dibandingkan rudal, sementara serangan terhadap negara-negara Teluk dan pangkalan AS di kawasan meningkat.
Hasil Perang Masih Belum Pasti
Laporan Corriere della Sera menyimpulkan bahwa Israel saat ini memperoleh keuntungan militer yang jelas.
Namun Iran berusaha bertahan dan mencegah runtuhnya sistem pemerintahannya.
Dengan demikian, hasil akhir perang kemungkinan akan ditentukan oleh kemampuan Iran untuk tetap bertahan dan melanjutkan perlawanan meskipun mengalami kerugian besar.


