Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui kemungkinan penjualan militer ke Israel dengan total nilai sekitar 6,52 miliar dolar AS, kata Pentagon pada Jumat (30/1).
Persetujuan itu mencakup kemungkinan penjualan helikopter AH-64E Apache beserta peralatan terkait senilai sekitar 3,8 miliar dolar AS. Badan Keamanan Kerja Sama Pertahanan AS (Defense Security Cooperation Agency/DSCA) menyebut Boeing dan Lockheed Martin sebagai kontraktor utama.
Selain itu, Departemen Luar Negeri juga menyetujui kemungkinan penjualan Kendaraan Taktis Ringan Gabungan (Joint Light Tactical Vehicles) dan peralatan terkait senilai sekitar 1,98 miliar dolar AS, dengan AM General LLC sebagai kontraktor utama.
“Penjualan yang diusulkan ini akan meningkatkan kemampuan Israel untuk menghadapi ancaman saat ini dan di masa depan dengan memperkuat mobilitas pasukan daratnya selama operasi,” kata DSCA dalam pernyataannya.
Departemen Luar Negeri juga menyetujui kemungkinan penjualan paket daya untuk Kendaraan Personel Berlapis Baja Namer, tanpa transmisi, beserta dukungan logistik terintegrasi dan peralatan terkait, dengan perkiraan nilai 740 juta dolar AS. Rolls-Royce Solutions America akan menjadi kontraktor utama.
Langkah ini menambah kritik terhadap AS yang dianggap mendukung Israel dalam perang di Gaza, di mana lebih dari 71.600 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas sejak 7 Oktober 2023.
Beberapa anggota parlemen AS, termasuk Senator Bernie Sanders, secara rutin menyerukan pemerintah untuk menghentikan pasokan senjata ke Israel karena dinilai turut berperan dalam perang di Gaza.

