Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan bahwa Washington siap menempuh “semua opsi” guna mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Meski demikian, ia menekankan bahwa pemerintah AS tetap membuka ruang bagi tercapainya kesepakatan diplomatik.
“Terkait Iran saat ini, kami memastikan bahwa semua opsi terbuka agar kesepakatan dapat tercapai. Mereka seharusnya tidak mengejar kapabilitas nuklir,” ujar Hegseth dalam rapat kabinet bersama Presiden AS Donald Trump, sebagaimana dilaporkan kantor berita Anadolu, Kamis.
Pernyataan ini menyusul penegasan Presiden Trump pada Rabu, yang menyebutkan bahwa sebuah “armada besar” tengah bergerak menuju Iran. Trump menyatakan harapannya agar Teheran bersedia “duduk di meja perundingan” dan melakukan negosiasi dengan Washington.
Kesiapan Militer Hegseth menegaskan bahwa Pentagon siap menjalankan setiap instruksi yang dikeluarkan oleh Trump. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa opsi militer tetap menjadi pertimbangan utama jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.
“Kami akan bersiap untuk menjalankan apa pun yang diharapkan Presiden dari Departemen Perang, sebagaimana yang telah kami lakukan bulan ini,” kata Hegseth. Pernyataan tersebut merujuk pada operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS pada 3 Januari lalu.
Di sisi lain, para pejabat Iran bereaksi keras terhadap ancaman terbaru dari Trump. Eskalasi ketegangan antara kedua musuh bebuyutan ini kian meruncing seiring dengan pergerakan armada militer AS menuju perairan di sekitar Iran.
Teheran sebelumnya telah memperingatkan akan adanya konsekuensi yang “tidak terkendali” jika wilayahnya menjadi sasaran serangan. Hingga kini, komunitas internasional terus memantau pergerakan armada AS yang dinilai dapat mengubah konstelasi keamanan di kawasan Teluk.

