Thursday, January 8, 2026
HomeBeritaBentrok berlanjut, SDF kembali bombardir permukiman warga di Aleppo

Bentrok berlanjut, SDF kembali bombardir permukiman warga di Aleppo

Kelompok PKK/YPG yang beroperasi dengan nama Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF) kembali melancarkan serangan artileri ke kawasan permukiman warga di Kota Aleppo, Suriah utara, pada Rabu malam. Informasi tersebut dilaporkan media pemerintah Suriah.

Mengutip Alikhbaria TV, serangan SDF menyasar wilayah di sekitar lingkungan Ashrafieh dan Sheikh Maqsoud. Sejak Selasa, sedikitnya enam orang tewas, termasuk lima warga sipil, serta 39 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan SDF di Aleppo.

Pertahanan Sipil Suriah menyatakan lebih dari 3.000 warga sipil telah dievakuasi pada Rabu, sebagian besar berasal dari kawasan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh. Evakuasi dilakukan menyusul memburuknya kondisi kemanusiaan serta terus berlanjutnya serangan artileri, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Arab Suriah (SANA).

Gubernur Aleppo, Azzam al-Gharib, memperpanjang kebijakan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah negeri dan swasta, termasuk universitas, pada Kamis. Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi keselamatan pelajar dan tenaga pendidik di tengah meningkatnya serangan SDF.

Selain itu, Gubernur Aleppo juga memerintahkan pembentukan sebuah komite khusus untuk memantau kondisi warga yang mengungsi akibat penembakan tersebut.

Sementara itu, militer Suriah menyatakan bahwa posisi militer SDF di kawasan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh merupakan “target yang sah” setelah kelompok tersebut meningkatkan eskalasi serangan dan melakukan apa yang disebut pemerintah sebagai “pembantaian” di Provinsi Aleppo.

Pada 10 Maret lalu, pemerintah Suriah mengumumkan penandatanganan kesepakatan integrasi SDF ke dalam institusi negara. Kesepakatan itu menegaskan kembali keutuhan wilayah Suriah dan menolak segala bentuk upaya pemisahan.

Namun demikian, otoritas Suriah menyatakan bahwa hingga beberapa bulan setelah perjanjian tersebut ditandatangani, SDF dinilai belum menunjukkan langkah konkret untuk memenuhi ketentuan yang telah disepakati.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler