Monday, February 2, 2026
HomeBeritaBerkas Epstein dibuka, memo FBI tuduh Trump terpengaruh Israel

Berkas Epstein dibuka, memo FBI tuduh Trump terpengaruh Israel

Sebuah memo Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) yang telah dideklasifikasi dan dirilis pada Jumat memuat sejumlah tuduhan serius terkait Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Memo tersebut merupakan bagian dari berkas penyelidikan yang berkaitan dengan kasus mendiang Jeffrey Epstein.

Dalam memo yang ditulis pada 2020 itu, FBI mencantumkan klaim bahwa Trump telah “dikompromikan oleh Israel”, bahwa Epstein—terpidana kasus kejahatan seksual—diduga bekerja sama dengan intelijen Israel, serta bahwa sebuah kelompok keagamaan Yahudi bernama Chabad-Lubavitch berupaya memengaruhi masa jabatan pertama Trump sebagai presiden.

Dokumen tersebut merupakan bagian dari penyelidikan FBI terkait dugaan pengaruh domestik maupun asing terhadap proses pemilu Amerika Serikat. Informasi dalam memo itu bersumber dari seorang confidential human source (CHS) dan termasuk dalam kumpulan besar dokumen terkait Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS.

“CHS menyampaikan bahwa Chabad melakukan segala cara untuk mengooptasi kepresidenan Trump,” demikian bunyi memo tersebut terkait periode awal pemerintahan Trump.

Chabad-Lubavitch merupakan sekte Yahudi ultra-Ortodoks yang didirikan di Rusia dan kini diperkirakan memiliki sekitar 90.000 anggota di berbagai negara. Ideologi kelompok ini kerap dikaitkan oleh sejumlah pengamat dengan pandangan garis keras yang beririsan dengan politik permukiman Israel di Palestina.

Memo FBI itu juga menyebut Berel Lazar, anggota Chabad dan mantan kepala rabi Rusia, sebagai penasihat dekat Presiden Rusia Vladimir Putin. Dokumen tersebut menyebut Chabad sebagai bentuk “Yudaisme yang disahkan negara” dan diklaim digunakan Putin untuk memantau para oligarki Yahudi Rusia.

Selain itu, memo tersebut mengidentifikasi menantu Trump, Jared Kushner, sebagai pendukung Chabad dan sosok berpengaruh di lingkaran dalam pemerintahan Trump. Dalam memo disebutkan bahwa pada hari Trump terpilih sebagai presiden, Ivanka Trump dan Jared Kushner berada di makam Rabbi Schneerson, tokoh berpengaruh dalam jaringan Chabad.

Sumber yang sama dalam memo tersebut menyatakan, “Trump telah dikompromikan oleh Israel,” serta menyebut Kushner sebagai figur kunci di balik organisasi dan kepresidenan Trump.

Memo FBI itu juga memuat klaim bahwa Epstein bekerja sama dengan intelijen Amerika Serikat dan asing. Disebutkan bahwa CHS meyakini Epstein merupakan agen Mossad yang telah direkrut. Dokumen tersebut mengaitkan Epstein dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, yang juga memiliki latar belakang intelijen militer Israel.

Epstein dan Barak diketahui memiliki hubungan selama lebih dari satu dekade. Barak tercatat mengunjungi rumah Epstein di New York lebih dari 30 kali antara 2013 hingga 2017. Dalam salah satu korespondensi email yang dikutip dalam dokumen, Epstein menulis kepada Barak bahwa dirinya tidak bekerja untuk Mossad, yang kemudian dibalas Barak dengan nada bercanda.

Dokumen FBI tersebut juga mengaitkan klaim itu dengan kesepakatan pengakuan bersalah Epstein pada 2008. Disebutkan adanya percakapan yang melibatkan pengacara Epstein, akademisi pro-Israel Alan Dershowitz, dan jaksa federal saat itu, Alex Acosta, yang disebut-sebut diberi tahu bahwa Epstein “terkait dengan intelijen”.

Memo itu turut mencantumkan klaim dari CHS bahwa Dershowitz sendiri diduga telah “dikooptasi oleh Mossad dan mendukung misi mereka”.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler