spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Saturday, February 28, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaDi tengah pembatasan Israel, 100.000 Muslim shalat Jumat di Al-Aqsa

Di tengah pembatasan Israel, 100.000 Muslim shalat Jumat di Al-Aqsa

Sekitar 100.000 warga Palestina melaksanakan shalat Jumat berjamaah di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, untuk kedua kalinya selama bulan suci Ramadan, meski di tengah pembatasan ketat dari otoritas Israel.

Direktur Jenderal Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, Sheikh Azzam al-Khatib, mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa sekitar 100.000 jamaah menghadiri shalat di kompleks Al-Aqsa.

Pantauan koresponden Anadolu mencatat pengerahan besar aparat kepolisian Israel di pintu-pintu masuk Kota Tua Yerusalem, area sekitarnya, serta di gerbang luar Masjid Al-Aqsa.

Umat Muslim mulai berdatangan ke masjid sejak sebelum fajar meski terdapat penjagaan keamanan yang ketat.

Otoritas Israel dilaporkan melarang puluhan ribu warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki untuk mencapai Yerusalem guna menunaikan ibadah, serta memberlakukan pembatasan ketat di pos-pos pemeriksaan militer di sekitar kota.

Polisi Israel menyatakan telah mengerahkan ribuan personel di seluruh wilayah Yerusalem Timur.

Militer Israel juga mengirimkan tambahan pasukan dalam jumlah besar ke pos-pos pemeriksaan di Tepi Barat yang mengarah ke Yerusalem untuk semakin membatasi akses ke masjid.

Sejak Jumat pagi, ribuan warga Palestina berkumpul di pos pemeriksaan militer Qalandia, sebelah utara Yerusalem, dalam upaya mencapai kota untuk menunaikan shalat.

Namun, prosedur yang ketat membuat puluhan orang gagal melintas. Sejumlah jamaah mengatakan mereka dipulangkan karena tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, meski telah datang lebih awal.

Pada awal Ramadan, Israel menyetujui rencana yang membatasi jumlah warga Palestina yang dapat memasuki Yerusalem untuk shalat Jumat selama bulan suci menjadi 10.000 orang, berdasarkan rekomendasi keamanan.

Pekan lalu, sekitar 80.000 warga Palestina melaksanakan shalat Jumat pertama Ramadan di kompleks Masjid Al-Aqsa, menurut Departemen Wakaf Islam. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan Ramadan sebelum perang, ketika lebih dari 150.000 jamaah biasanya hadir.

Ramadan secara tradisional menarik ratusan ribu warga Palestina dari Tepi Barat ke Al-Aqsa, memenuhi area masjid dan mendorong aktivitas perdagangan di pasar-pasar Yerusalem.

Sejak perang di Gaza dimulai pada 8 Oktober 2023 dan berlangsung selama dua tahun, otoritas Israel memberlakukan pembatasan pergerakan ketat di pos-pos pemeriksaan militer menuju Yerusalem.

Dalam dua tahun terakhir, Israel hanya mengizinkan jumlah terbatas warga Palestina memasuki kota setelah memperoleh izin dari militer, yang menurut banyak pihak sulit didapatkan.

Warga Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka, sementara Israel menganggap Yerusalem—baik wilayah timur maupun barat—sebagai ibu kotanya.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler