Warga di berbagai belahan dunia menyambut datangnya tahun 2026 dengan perayaan, sekaligus mengucapkan selamat tinggal pada tahun yang penuh gejolak. Sepanjang 2025, suhu global melonjak, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengguncang perdagangan dunia, dan perang brutal di Ukraina terus berkecamuk.
Meski gencatan senjata yang rapuh mulai berlaku di Gaza yang porak-poranda, kekerasan di Sudan masih berlangsung tanpa henti. Dunia juga menyaksikan penobatan Paus baru asal Amerika Serikat di Vatikan, wafatnya ahli zoologi perintis Jane Goodall, serta fenomena global boneka Labubu yang memicu kegilaan di berbagai negara.
Di Sydney, para peserta perayaan mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban penembakan massal di Bondi Beach, sebelum kembang api menerangi langit tepat pada tengah malam.
Aparat kepolisian bersenjata lengkap berpatroli di sepanjang garis pantai yang dipadati ratusan ribu orang, hanya dua pekan setelah 15 orang tewas ditembak dalam sebuah festival Yahudi. Insiden tersebut menjadi penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir 30 tahun terakhir.
Jembatan ikonik Sydney Harbour Bridge disinari cahaya putih sebagai simbol perdamaian.
Negara-negara Pasifik seperti Kiribati dan Selandia Baru menjadi wilayah pertama yang memasuki tahun 2026, disusul Sydney, Seoul, dan Tokyo, sebelum perayaan bergulir ke berbagai penjuru dunia seiring berjalannya waktu.
Di Hong Kong, pertunjukan kembang api Tahun Baru dibatalkan sebagai bentuk penghormatan kepada 161 korban tewas dalam kebakaran besar yang melanda sejumlah blok apartemen pada November lalu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya kini “tinggal 10 persen lagi” menuju kesepakatan untuk mengakhiri perang yang segera memasuki tahun keempat. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidato Tahun Barunya menyerukan rakyat Rusia untuk percaya bahwa Moskwa akan meraih kemenangan dalam konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Di kota Vyshgorod, Ukraina, manajer salon kecantikan Daria Lushchyk mengungkapkan bahwa perang telah membuat pekerjaannya menjadi “neraka”. Namun, para pelanggannya tetap datang.
“Tidak ada yang bisa menghentikan perempuan Ukraina untuk tetap datang dan mempercantik diri,” ujarnya.
Tarif dan gencatan senjata rapuh
Tahun ini menghadirkan campuran stres dan kegembiraan bagi banyak orang, sementara bagi sebagian lainnya masih diwarnai perang—termasuk aksi pencurian perhiasan berani di Museum Louvre.
Bintang pop Taylor Swift bertunangan dengan kekasihnya, atlet sepak bola Amerika Travis Kelce, sementara grup K-pop BTS akhirnya kembali setelah lama dinantikan.
Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada Januari dan meluncurkan kebijakan tarif besar-besaran yang mengguncang perdagangan global serta pasar saham dunia.
Menjelang pesta Tahun Baru di kediaman mewahnya di Florida, Trump juga melontarkan kritik tajam kepada aktor peraih Oscar, George Clooney.
Setelah dua tahun perang yang menghancurkan sebagian besar Jalur Gaza, tekanan dari Trump membantu terwujudnya gencatan senjata rapuh antara Israel dan Hamas pada Oktober lalu. Namun, kedua pihak saling menuduh adanya pelanggaran serius.
“Kami mengucapkan selamat tinggal pada 2025 dengan duka dan kesedihan mendalam,” kata warga Gaza City, Shireen Al-Kayali.
“Kami kehilangan banyak orang dan harta benda. Kami menjalani kehidupan yang sulit dan keras, berpindah dari satu kota ke kota lain, di bawah bombardir dan ketakutan.”
Sebaliknya, optimisme terlihat di Suriah meski tantangan internal masih membayangi. Warga Damaskus merayakan satu tahun sejak jatuhnya Bashar al-Assad.
“Tidak ada rasa takut, rakyat bahagia, seluruh Suriah bersatu, dan insyaallah ini akan menjadi tahun yang baik bagi rakyat dan kepemimpinan yang bijaksana,” ujar manajer pemasaran Sahar al-Said (33) saat lonceng gereja berdentang di Damaskus.
Di Dubai, ribuan orang mengantre hingga sembilan jam untuk menyaksikan pertunjukan kembang api dan laser di Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia.
Perayaan juga berlangsung di berbagai kota dunia. Warga membuka sampanye di sekitar Menara Eiffel di Paris, Bulgaria resmi mengadopsi euro, dan kerumunan besar menari di pesta jalanan Hogmanay di Edinburgh.
Lebih dari dua juta orang diperkirakan memadati Pantai Copacabana di Rio de Janeiro dalam perayaan yang disebut sebagai pesta malam Tahun Baru terbesar di dunia.
Di Washington, Monumen Washington diterangi cahaya untuk menandai dimulainya perayaan 250 tahun Amerika Serikat. Sementara itu, di New York, ribuan orang berkumpul di tengah suhu beku dan pengamanan ketat untuk menyaksikan tradisi penurunan bola di Times Square.
Olahraga, luar angkasa, dan kecerdasan buatan
Dua belas bulan ke depan diperkirakan akan diwarnai berbagai agenda besar di bidang olahraga, luar angkasa, serta perdebatan seputar kecerdasan buatan (AI).
Atlet dari berbagai negara akan berkumpul di Italia pada Februari untuk Olimpiade Musim Dingin. Pada Juni dan Juli, sebanyak 48 negara akan berkompetisi dalam Piala Dunia sepak bola terbesar sepanjang sejarah yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
NASA juga merencanakan misi berawak untuk mengitari bulan selama 10 hari, lebih dari 50 tahun sejak misi Apollo terakhir.
Sementara itu, setelah bertahun-tahun dipenuhi euforia, perkembangan AI kini mulai menghadapi sorotan. Sejumlah investor pun mulai khawatir lonjakan sektor tersebut menyerupai gelembung pasar.


