Sejumlah pejabat Eropa meragukan klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai keberhasilan operasi militer terhadap Iran. Mengutip sumber-sumber pejabat Eropa, Bloomberg melaporkan bahwa pernyataan Trump yang berulang kali menyebut operasi tersebut telah “menghancurkan kemampuan militer Iran” dinilai berlebihan dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.
Menurut laporan Al Jazeera, sejumlah sekutu Washington di Eropa kini berada dalam posisi serba sulit di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Di satu sisi mereka tetap menjaga hubungan strategis dengan Washington, namun di sisi lain muncul keraguan terhadap efektivitas operasi militer yang dilancarkan terhadap Teheran.
Para pejabat Eropa yang dikutip Bloomberg menyatakan bahwa meskipun serangan udara yang dipimpin AS dan Israel menimbulkan kerusakan terhadap sejumlah target militer Iran, klaim bahwa kemampuan militer Teheran telah dihancurkan sepenuhnya dianggap tidak realistis. Mereka menilai Iran masih memiliki kapasitas militer yang signifikan, termasuk jaringan rudal dan drone yang tersebar di berbagai wilayah.
Keraguan ini muncul ketika ketegangan di kawasan terus meningkat, dengan Iran dan sekutu regionalnya memperluas respons militer terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di Eropa bahwa konflik dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Beberapa pemerintah Eropa juga khawatir bahwa eskalasi konflik akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, terutama terkait pasokan energi dari kawasan Teluk. Gangguan terhadap jalur perdagangan strategis di Timur Tengah dapat memicu lonjakan harga energi dan memperburuk tekanan ekonomi yang sedang dihadapi banyak negara Eropa.
Dalam situasi ini, sejumlah negara Eropa dilaporkan lebih mendorong pendekatan diplomatik untuk meredakan konflik daripada memperluas keterlibatan militer. Sikap tersebut menunjukkan adanya jarak yang semakin terlihat antara narasi kemenangan yang disampaikan Washington dan penilaian sejumlah sekutu Barat mengenai realitas di medan konflik.


