spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Tuesday, March 24, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaHarga minyak langsung turun usai Trump tunda serang Iran

Harga minyak langsung turun usai Trump tunda serang Iran

 

Kontrak berjangka saham di Wall Street naik di awal perdagangan, sementara indeks-indeks Eropa sempat melonjak tetapi menutup sesi dengan keuntungan lebih kecil.

Di sisi lain, harga minyak dunia turun setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, sekaligus menunda serangan terhadap fasilitas energi di Iran selama lima hari.

Pasar saham AS:

  • Kontrak berjangka S&P 500 dan Dow Jones naik 1,3% sebelum pembukaan pasar.
  • Nasdaq naik 1,2%.

Harga minyak turun:

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun $5,38 menjadi $92,85 per barel.
  • Minyak mentah Brent turun $5,94 menjadi $106,25 per barel.

Pasar saham Eropa:

  • Stoxx 600 naik 0,63% di penutupan.
  • DAX Jerman naik 0,96% ke 22.595,25.
  • CAC 40 Prancis naik 0,79% ke 7.726,20.
  • FTSE 100 Inggris turun 0,24% ke 9.894,15.

Pasar saham Asia:

  • Nikkei 225 Jepang turun 3,5% ke 51.515,49.
  • Taiex Taiwan turun 2,5% ke 32.722,50.
  • ASX 200 Australia turun 0,7% ke 8.365,90.
  • Kospi Korea Selatan turun 6,5% ke 5.405,75.
  • Hang Seng Hong Kong turun 3,5% ke 24.382,47.
  • Shanghai Composite turun 3,6% ke 3.813,28.

Emas dan logam mulia:

  • Emas berjangka April turun $183,40 atau 4,01% ke $4.391,50 per ons.
  • Emas spot turun 0,9% menjadi $4.448,32 per ons, setelah sempat anjlok lebih dari 8% pada awal sesi.
  • Perak berjangka April turun 0,25% menjadi $69,245 per ons.

Nilai tukar mata uang:

  • Dolar AS menguat ke 159,53 yen Jepang dari 159,22.
  • Euro melemah ke $1,1526 dari $1,1571.

Analis di Mizuho Bank Singapura, Ng Ging Win, menilai bahwa peringatan Trump dan ancaman balasan Iran memperlihatkan potensi konflik yang luas, sehingga gangguan energi dan volatilitas pasar tetap tinggi tanpa kepastian jalan keluar.

 

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler