Iran mengklaim telah menembak jatuh jet tempur siluman F-35 Lightning II, seraya memperingatkan bahwa langkah itu baru awal dari “kejutan-kejutan” yang disiapkan untuk Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mayor Jenderal Ali Abdollahi, komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, unit komando operasional tertinggi Iran yang mengoordinasikan operasi antara militer reguler dan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
“Kami telah mengatakan sebelumnya bahwa Trump terus mengeluarkan ancaman retoris. Namun ia harus tahu bahwa Angkatan Bersenjata Iran memiliki kejutan untuknya dan untuk rezim Zionis sebagai proksinya,” ujar Abdollahi.
Ia menegaskan bahwa klaim serangan terhadap F-35 menjadi salah satu bukti awal. “Hari ini, salah satu contohnya adalah penargetan jet tempur generasi kelima,” katanya, merujuk pada pernyataan IRGC sebelumnya.
“Mereka harus menunggu kejutan-kejutan berikutnya,” tambahnya.
Operasi Balasan Iran Terus Berjalan
Pernyataan ini muncul di tengah operasi militer balasan Iran bertajuk True Promise 4, yang diluncurkan setelah serangan terbaru yang disebut Teheran sebagai agresi oleh Amerika Serikat dan Israel.
Dalam operasi tersebut, Iran menargetkan kepentingan militer AS di kawasan, termasuk pangkalan-pangkalan di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Arab Saudi. Serangan balasan disebut berlangsung intensif di berbagai titik strategis.
Serangan Jangkau Wilayah Israel
Selain target Amerika, Iran juga mengklaim menyerang sejumlah lokasi penting di wilayah Israel, termasuk: Tel Aviv, Yerusalem (al-Quds), Haifa, Be’er Sheva, kawasan Gurun Negev.
Be’er Sheva dikenal sebagai pusat teknologi utama, sementara Negev memiliki nilai strategis militer bagi Israel.
Sinyal Eskalasi Konflik
Pernyataan Abdollahi menunjukkan bahwa Iran tidak hanya merespons serangan, tetapi juga berupaya mengirim pesan kuat kepada Washington dan Tel Aviv.
Dengan klaim keberhasilan menargetkan jet tempur paling canggih milik Barat dan janji “kejutan berikutnya”, Teheran memberi sinyal bahwa konflik di kawasan masih berpotensi meningkat dalam waktu dekat.


