Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menyerang “pusat-pusat ekonomi dan bank” yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan, menyusul serangan yang disebut menargetkan sebuah bank di Iran. Ancaman itu muncul ketika konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memasuki hari ke-12.
Juru bicara Markas Khatam al-Anbiya, yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disebut sebagai entitas yang dimiliki IRGC, pada Rabu menyatakan bahwa serangan terhadap bank Iran telah membuka peluang bagi Teheran untuk memperluas target serangan.
“Musuh telah membuat kami bebas untuk menargetkan pusat-pusat ekonomi dan bank yang dimiliki Amerika Serikat serta rezim Zionis di kawasan,” kata juru bicara tersebut.
Ia juga memperingatkan masyarakat di kawasan agar tidak berada dalam radius satu kilometer dari bank-bank yang berpotensi menjadi sasaran.
“Amerika harus menunggu langkah balasan kami dan respons yang menyakitkan,” ujarnya.
Sementara itu, Iran terus melancarkan serangan balasan ketika sejumlah ledakan dilaporkan mengguncang Teheran. Pemerintah Iran menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat dan Israel telah mengebom hampir 10.000 lokasi sipil di negara itu dan menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil sejak perang dimulai pada 28 Februari.
Kantor berita Tasnim, yang berafiliasi dengan IRGC, juga merilis daftar kantor dan infrastruktur milik sejumlah perusahaan teknologi besar Amerika Serikat yang memiliki hubungan dengan Israel. Teknologi dari perusahaan-perusahaan tersebut disebut telah digunakan untuk kepentingan militer.
Menurut laporan tersebut, target baru Iran mencakup kantor dan infrastruktur layanan komputasi awan milik perusahaan seperti Google, Microsoft, Palantir, IBM, Nvidia, dan Oracle yang berada di sejumlah kota di Israel serta beberapa negara Teluk.
“Ketika ruang lingkup perang regional meluas ke perang terhadap infrastruktur, maka cakupan target sah Iran juga ikut meluas,” tulis kantor berita itu.
Televisi pemerintah Iran pada Rabu juga melaporkan bahwa serangan Israel terhadap sebuah cabang bank di Teheran pada malam sebelumnya merupakan tindakan yang “tidak sah dan tidak lazim dalam perang”. Dalam insiden tersebut, beberapa pegawai bank dilaporkan tewas.
Ancaman dari Markas Khatam al-Anbiya muncul setelah Israel pada Senin mengebom sebuah bangunan di pinggiran selatan Beirut, Lebanon. Bangunan tersebut dilaporkan merupakan cabang lembaga keuangan Al-Qard Al-Hassan yang berafiliasi dengan Hizbullah.
Al-Qard Al-Hassan merupakan lembaga keuangan semi-perbankan yang memberikan pinjaman tanpa bunga kepada masyarakat. Lembaga ini termasuk bagian dari jaringan organisasi sosial yang dijalankan Hizbullah, seperti sekolah, rumah sakit, dan jaringan supermarket berbiaya rendah.
Israel menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari upayanya untuk melemahkan Hizbullah dan kapasitas operasional kelompok itu. Dalam rangkaian serangan tersebut, sedikitnya 570 orang dilaporkan tewas dan sekitar 780.000 warga Lebanon terpaksa mengungsi.


