HomeBeritaIsrael akui 4 tentaranya tewas dalam pertempuran dengan Hizbullah

Israel akui 4 tentaranya tewas dalam pertempuran dengan Hizbullah

Tentara Israel pada Selasa dini hari mengakui tewasnya 4 tentaranya, termasuk seorang perwira dari Brigade Nahal, serta melukai 2 lainnya dalam pertempuran di Lebanon selatan.

Radio Israel menjelaskan bahwa keempat tentara tersebut tewas dalam bentrokan dengan kelompok Hizbullah di wilayah tersebut.

Menurut koresponden Al Jazeera, Mohamed Khairy, peristiwa ini merupakan insiden terbesar dari segi jumlah korban tewas Israel sejak dimulainya perang di front Lebanon, yang terjadi di tengah konflik yang lebih luas antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah media Israel melaporkan adanya korban tewas dan luka di kalangan tentara dalam pertempuran yang berlangsung beberapa waktu sebelumnya di Lebanon selatan.

Saat itu, koresponden Al Jazeera menyebut bahwa sensor militer Israel menutup informasi detail kejadian tersebut, bahkan menempatkan petugas di ruang redaksi media untuk memastikan tidak ada laporan tentang kerugian militer yang dipublikasikan.

Khairy menambahkan bahwa pembicaraan mengarah pada serangan penyergapan terhadap pasukan Israel di dekat kota Nabatieh, dengan sejumlah korban luka dalam kondisi kritis. Ia juga menyebut bahwa sebelumnya Israel secara resmi mengumumkan 6 tentaranya tewas dan 16 lainnya terluka sejak awal pertempuran di front Lebanon. Namun, media lain melaporkan lebih dari 60 korban luka, termasuk perwira, sebagian besar akibat serangan rudal berpemandu terhadap tank Israel.

Dalam perkembangan lain, Hizbullah menyatakan telah melancarkan serangan pada Selasa dini hari menggunakan drone ke pos militer di permukiman Misgav Am di wilayah Palestina yang diduduki.

Kelompok itu juga menargetkan sistem pertahanan udara di permukiman Ma’alot-Tarshiha menggunakan drone.

Sehari sebelumnya, militer Israel mengumumkan seorang tentaranya terluka parah akibat “insiden operasional” di Lebanon selatan, serta dua lainnya mengalami luka sedang setelah drone jatuh di dekat mereka di wilayah yang sama.

Rencana Israel di Lebanon

Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan bahwa pejabat Israel menyatakan militer akan tetap berada di Lebanon selatan tanpa batas waktu, hingga ancaman dari Hizbullah dihapuskan.

Surat kabar Haaretz melaporkan bahwa militer Israel berencana menghancurkan semua rumah di garis depan desa-desa perbatasan Lebanon dan melarang penduduk kembali.

Sementara itu, Israel Hayom mengutip sumber yang menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan dalam pembicaraan tertutup bahwa kesepakatan antara AS dan Iran tidak akan menghentikan perang dengan Hizbullah, serta menolak inisiatif Prancis untuk gencatan senjata.

Israel juga disebut berupaya mendorong Hizbullah mundur hingga ke utara Sungai Litani.

40 operasi Hizbullah

Sebelumnya pada Senin, Hizbullah mengumumkan telah melaksanakan 40 operasi militer, termasuk serangan roket dan drone yang menargetkan permukiman, pangkalan, dan posisi militer Israel.

Kelompok itu menyatakan telah menembakkan roket ke permukiman Metula, Dovev, Kiryat Shmona, Yir’on, dan Nahariya di Israel utara.

Hizbullah juga menyerang lokasi Ghajar dengan roket, barak Shomera dengan drone, serta lokasi militer di dekat Haifa, termasuk pangkalan angkatan laut Haifa dengan “roket khusus”.

Selain itu, kelompok tersebut menargetkan pangkalan intelijen militer Glilot (Unit 8200) di pinggiran Tel Aviv, serta beberapa pangkalan dan posisi militer lainnya.

Di Lebanon selatan, Hizbullah menyerang konsentrasi pasukan dan kendaraan Israel di beberapa wilayah perbatasan dengan roket dan drone, mengklaim menyebabkan kerusakan langsung.

Serangan terhadap Tank

Hizbullah juga menargetkan pasukan Israel di dalam sebuah rumah di kota Bint Jbeil dengan rudal berpemandu, menyebabkan korban tewas dan luka.

Sejumlah tank “Merkava” Israel dihantam rudal berpemandu dan bahan peledak di beberapa lokasi, yang menyebabkan kehancuran sebagian kendaraan tersebut.

Pertempuran langsung juga terjadi di beberapa wilayah dengan penggunaan senjata ringan, sedang, dan roket.

Eskalasi konflik

Sejak 2 Maret, Hizbullah mulai terlibat langsung dalam konflik sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon, serta eskalasi terhadap Iran dan pembunuhan pemimpin tertingginya, Ali Khamenei.

Israel kemudian memperluas serangan melalui serangan udara di Beirut selatan serta wilayah lain di Lebanon, dan memulai operasi darat terbatas pada 3 Maret.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa sejak 2 Maret, jumlah korban akibat serangan Israel telah mencapai 1.247 orang tewas dan 3.680 luka-luka.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler