Tiga warga Palestina tewas dan 13 lainnya terluka pada Selasa dalam serangan Israel di Gaza utara dan selatan, melanjutkan pelanggaran gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025, menurut laporan Anadolu.
Sumber medis kepada Anadolu menyampaikan bahwa dua warga Palestina tewas dan tiga terluka setelah drone Israel menyerang sebuah kerumunan sipil di selatan Khan Younis, Gaza selatan.
Di Kota Gaza, dua warga sipil terluka dalam serangan drone yang menargetkan lingkungan Tuffah, menurut Rumah Sakit Al-Ahli.
Sumber lain di Rumah Sakit Nasser mengatakan sembilan warga Palestina terluka, satu dalam kondisi kritis, dalam serangan drone terhadap kerumunan sipil di wilayah Mawasi barat laut Rafah.
Sebelumnya pada Selasa, satu warga sipil tewas dan seorang lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Gaza utara.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, Israel terus melakukan pelanggaran harian terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, yang telah menewaskan 709 warga Palestina dan melukai 1.928 lainnya.
Gencatan senjata ini dimaksudkan untuk mengakhiri ofensif Israel selama dua tahun di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, melukai 172.000 lainnya, dan menyebabkan kerusakan besar pada 90% infrastruktur sipil. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.


