spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Friday, March 13, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaItalia akan tarik pasukannya dari pangkalan Erbil Irak

Italia akan tarik pasukannya dari pangkalan Erbil Irak

Italia sedang mengatur pemulangan pasukan yang ditempatkan di pangkalan militernya di Erbil, kata Menteri Pertahanan Guido Crosetto pada Kamis, dengan mencatat bahwa penarikan sisa kontingen sebenarnya sudah direncanakan sebelum sebuah rudal mengenai fasilitas tersebut, lapor Anadolu.

“Rudal menimpa pangkalan kami di Erbil. Tidak ada korban atau cedera di antara personel Italia. Mereka semua aman,” kata Crosetto, dikutip oleh kantor berita ANSA.

Crosetto menambahkan bahwa Italia sebenarnya sudah mulai mengurangi kehadiran militernya di kawasan tersebut karena masalah keamanan.

Menurut menteri, 102 personel telah kembali ke Italia, sementara sekitar 40 lainnya telah dipindahkan ke Yordania.

“Pemulangan 141 personel saat ini sebenarnya sudah direncanakan,” ujarnya, menjelaskan bahwa operasi ini secara logistik kompleks karena pasukan tidak bisa langsung diterbangkan dan kemungkinan harus meninggalkan wilayah tersebut melalui jalur darat, kemungkinan lewat Turki.

BACA: Kedutaan AS di Baghdad mengatakan meninggalkan Irak adalah ‘opsi terbaik’ bagi warga Amerika

Menteri menambahkan bahwa pihak berwenang telah mengantisipasi kemungkinan serangan dan telah menerapkan langkah-langkah keamanan sebelumnya.

“Pada pukul 8:30, semua kondisi keamanan sudah diterapkan, jadi semua orang sudah masuk ke area terlindungi, sehingga tidak ada kerusakan pada kontingen,” ujarnya.

Pangkalan di Erbil, Irak utara, menampung beberapa fasilitas militer dan diplomatik AS dan merupakan bagian dari kehadiran NATO di kawasan, menurut Crosetto.

Ketika ditanya apakah serangan terhadap pangkalan militer Italia itu disengaja, ia mengatakan kepada televisi publik RAI: “Tentu saja, itu adalah pangkalan NATO dan juga Amerika.”

Serangan ini terjadi saat AS dan Israel melanjutkan serangan udara terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.300 orang dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.

Teheran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler