Italia akan berpartisipasi sebagai negara pengamat dalam inisiatif “Board of Peace” yang digagas oleh Gedung Putih, kata Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Ahad (16/2), seperti dilaporkan Anadolu.
Dalam wawancara dengan harian Italia, Corriere della Sera, Meloni mengatakan bahwa Italia telah menerima undangan untuk hadir dengan status pengamat dan akan merespons secara positif.
“Kami diundang sebagai negara pengamat, dan menurut pandangan kami, ini solusi yang baik terkait masalah perang di Timur Tengah,” ujar Meloni.
Ia menekankan, keterbatasan konstitusional mencegah Italia untuk bergabung secara resmi dalam badan ini, tetapi Roma tetap mendukung inisiatif tersebut. Meloni menyebut Timur Tengah sebagai “prioritas,” yang dibuktikan dengan keterlibatan diplomatik Italia yang terus berjalan di kawasan itu.
Tingkat perwakilan Italia di pertemuan tersebut belum diputuskan, karena undangan baru saja disampaikan kepada sejumlah mitra Eropa. Ia menambahkan, kemungkinan negara Eropa lain, khususnya yang berbatasan dengan kawasan Mediterania, juga akan mengambil peran sebagai pengamat.
Pernyataan Meloni muncul bersamaan dengan konsultasi dengan pemimpin-pemimpin Eropa, termasuk koordinasi dengan Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani, yang menghadiri pertemuan dengan mitra Uni Eropa yang fokus pada situasi Gaza.
Pada 22 Januari lalu, perwakilan 19 negara menandatangani Piagam Board of Peace di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Inisiatif ini dibentuk dalam rangka upaya penyelesaian damai di Jalur Gaza dan bertujuan mendorong perdamaian di berbagai belahan dunia. Amerika Serikat menyebut beberapa negara lain telah bergabung sejak saat itu.
Pertemuan pertama Board of Peace dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari di Washington, DC, pada tingkat pemimpin negara. Media Italia melaporkan, Tajani kemungkinan akan mewakili Roma di pertemuan tersebut, meski keputusan final belum diumumkan.
Meloni juga menyinggung hubungan transatlantik yang lebih luas, menekankan pentingnya kerja sama antara Eropa dan AS. Ia menyebut fase saat ini “sangat kompleks,” namun menekankan kedua belah pihak harus memperkuat persatuan, bukan perbedaan.
Selain itu, Meloni mendukung upaya Eropa untuk meningkatkan keamanan, terutama melalui pilar Eropa NATO, sambil menyingkirkan kritik politik terhadap gerakan MAGA (Make America Great Again) Presiden AS Donald Trump, karena menurutnya hal tersebut masuk ranah politik partai, bukan institusi Uni Eropa.

