Tuesday, February 17, 2026
HomeBeritaKantor Media Gaza: Pembukaan Rafah baru 29 % dari target

Kantor Media Gaza: Pembukaan Rafah baru 29 % dari target

Kantor Media Pemerintah Gaza pada Senin menyatakan tingkat kepatuhan dalam pembukaan kembali perlintasan Rafah antara Mesir dan Gaza baru mencapai 29 persen, di tengah pembatasan ketat yang diberlakukan Israel.

Dalam pernyataan resminya, kantor tersebut menyebut bahwa pada periode 2–15 Februari, hanya 811 pelintas yang berhasil menyeberang melalui perlintasan Rafah dari total 2.800 orang yang dijadwalkan bepergian.

Dari jumlah tersebut, 455 orang diizinkan keluar dari Gaza, 356 orang tiba di Gaza, sementara 26 lainnya dipulangkan.

Menurut pernyataan itu, Israel membuka kembali sisi Palestina di perlintasan Rafah pada 2 Februari secara sangat terbatas, setelah menguasainya sejak Mei 2024.

Kantor Media Gaza mengaku tidak menerima informasi mengenai kriteria yang digunakan untuk menentukan jumlah total pelintas yang dijadwalkan menyeberang.

Sebelumnya, media Mesir dan Israel melaporkan sekitar 50 warga Palestina dijadwalkan menyeberang ke Gaza setiap hari dan jumlah serupa menuju Mesir, termasuk pasien dan pendamping mereka. Namun, kantor tersebut menyebut skema itu tidak sepenuhnya dijalankan.

Berdasarkan perkiraan otoritas Palestina di Gaza, sekitar 22.000 warga luka dan sakit membutuhkan perjalanan ke luar wilayah tersebut untuk mendapatkan perawatan medis, di tengah kolapsnya sektor kesehatan.

Data semi-resmi juga menunjukkan sekitar 80.000 warga Palestina telah mendaftar untuk kembali ke Gaza, mencerminkan penolakan terhadap pengungsian meskipun terjadi kehancuran luas.

Gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat mulai berlaku di Gaza pada 10 Oktober, menghentikan perang dua tahun yang telah menewaskan lebih dari 72.000 orang—sebagian besar perempuan dan anak-anak—serta melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Namun, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak kesepakatan itu berlaku pada 10 Oktober 2025, pasukan Israel disebut melakukan ratusan pelanggaran melalui penembakan dan serangan artileri yang menewaskan 603 warga Palestina dan melukai 1.618 lainnya.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler