Friday, January 16, 2026
HomeBeritaKembali langgar gencatan, Israel bunuh 8 warga Palestina

Kembali langgar gencatan, Israel bunuh 8 warga Palestina

Sedikitnya delapan warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan udara dan tembakan tentara Israel yang menghantam berbagai wilayah di Jalur Gaza, Kamis. Serangan tersebut disebut sebagai pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak tahun lalu, menurut sumber medis.

Pesawat tempur Israel dilaporkan mengebom sebuah rumah di Kota Deir al-Balah, Gaza tengah, dengan dua rudal. Serangan itu menewaskan lima orang, termasuk seorang anak, kata sumber medis kepada Anadolu Agency.

Sejumlah besar korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa. Pihak rumah sakit memperingatkan jumlah korban tewas masih berpotensi bertambah.

Menurut koresponden Anadolu, lokasi yang menjadi sasaran berada di luar wilayah kendali Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Oktober 2025.

Di kota yang sama, pasukan Israel juga dilaporkan menewaskan dua warga Palestina lainnya setelah menargetkan halaman rumah mereka, menurut sumber medis.

Sementara itu, tim medis di Rumah Sakit Abu Yousef al-Najjar menemukan jasad seorang pria Palestina di persimpangan Al-Alam, kawasan Al-Mawasi, Rafah. Sumber medis menyebutkan, terdapat luka tembak pada tubuh korban.

Serangan ini terjadi tidak lama setelah seorang anak perempuan Palestina dilaporkan terluka akibat tembakan tentara Israel di wilayah Jabalia, Gaza utara, yang sebelumnya telah ditinggalkan pasukan Israel sesuai pengaturan gencatan senjata.

Selain itu, pasukan Israel juga melancarkan serangan artileri dan udara di sejumlah wilayah lain di Jalur Gaza, menurut sumber setempat.

Hingga kini, militer Israel masih menguasai zona penyangga di bagian selatan dan timur Gaza serta sebagian besar wilayah Gaza utara, dengan total penguasaan hampir 50 persen wilayah kantong tersebut.

Warga Palestina menuduh Israel berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata yang diberlakukan pada 10 Oktober, yang menghentikan perang Israel di Gaza. Sejak Oktober 2023, perang tersebut telah menewaskan lebih dari 71.400 orang—sebagian besar perempuan dan anak-anak—serta melukai lebih dari 171.300 orang.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 451 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.200 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan.

Israel juga disebut menolak membuka kembali seluruh perlintasan menuju Gaza, meskipun Dewan Keamanan PBB pada November 2025 telah mengadopsi resolusi yang menyerukan gencatan senjata permanen dan menyeluruh, penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta rekonstruksi wilayah tersebut.

 

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler