Saturday, February 14, 2026
HomeBeritaKepala Tentara Israel: Tak ada kompromi untuk melucuti senjata Hamas

Kepala Tentara Israel: Tak ada kompromi untuk melucuti senjata Hamas

 

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Eyal Zamir, menegaskan bahwa tujuan utama operasi militer di Jalur Gaza tetap tidak berubah, yakni pelucutan senjata secara menyeluruh dan pembubaran Hamas.

Pernyataan itu disampaikan Zamir saat melakukan kunjungan lapangan ke Kota Rafah, di selatan Gaza, pada Jumat. Ia didampingi sejumlah perwira tinggi, termasuk Komandan Komando Selatan dan Komandan Divisi Gaza.

Zamir mengatakan pasukan Israel “siap beralih dari tahap pertahanan ke serangan” di dalam wilayah Gaza. Ia menegaskan militer akan menanggapi setiap pelanggaran dan berupaya “menghilangkan kemampuan musuh”, merujuk pada kelompok perlawanan Palestina.

Menurut dia, militer Israel kini memperdalam operasi penyisiran wilayah, dengan fokus khusus pada penghancuran infrastruktur bawah tanah. Zamir mengklaim operasi tersebut telah menghasilkan capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya, seraya menyebut seluruh batalion garis depan Hamas telah dihancurkan.

Ia juga menyatakan bahwa pasukan Israel ditempatkan di sepanjang garis keamanan yang dikenal sebagai “garis kuning” dan menguasai pintu-pintu masuk wilayah Gaza. Militer, kata dia, terus membongkar infrastruktur yang disebutnya sebagai infrastruktur teror secara sistematis.

Zamir menjelaskan bahwa operasi militer dilaksanakan sesuai arahan otoritas politik, namun tentara tetap memiliki rencana ofensif yang siap dijalankan kapan pun diperlukan.

“Apa yang berlaku di Gaza juga berlaku di front lainnya. Kami akan terus fokus dan memberantas ancaman dengan tekad serta semangat ofensif,” ujarnya.

Pada akhir Januari lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pemerintahnya tidak akan mengizinkan dimulainya rekonstruksi Gaza sebelum pelucutan senjata dilakukan sepenuhnya dan wilayah itu dinyatakan bebas dari senjata serta terowongan. Ia menegaskan bahwa tahap berikutnya dalam kesepakatan gencatan senjata adalah perlucutan Hamas.

Tahap kedua perjanjian gencatan senjata mencakup pelucutan senjata Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya, penarikan tambahan pasukan Israel dari Gaza, serta dimulainya proses rekonstruksi. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya pembangunan kembali Gaza mencapai sekitar US$70 miliar.

Dengan dukungan Amerika Serikat, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza pada 7 Oktober 2023 yang berlangsung selama dua tahun. Konflik tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 72 ribu orang, melukai lebih dari 171 ribu lainnya, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur wilayah itu.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler